Senin, 28 Mei 2012
BBMKG: Sumut Berpotensi Banjir Ekstrim
Senin, 03 Januari 2011 05:03
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/1 (SIGAP) - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan Wilayah I Medan memprakirakan, wilayah pantai timur Sumatera Utara berpotensi mengalami banjir ekstrim akibat tingginya curah hujan.

Kabid Pelayanan Data dan Informasi BBMKG Wilayah I Medan Hendra Suwarta di Medan, Senin 93/1) mengimbau agar masyarakat Sumut perlu mewaspadai banjir ekstrim tersebut.

Secara umum, kata Hendra, hampir seluruh wilayah di Sumut berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Khusus di wilayah pegunungan atau dataran tinggi, curah hujan tersbeut diperkirakan cukup lebat dan akan mengalir ke daerah-daerah yang berada di bawahnya.

Karena itu, pihaknya memprakirakan hampir seluruh Daerah Aliran Sungai di Sumut, seperti DAS Dambus, DAS Padang, DAS Ular dan DAS Dumai akan penuh dan mengandung potensi menimbulkan banjir ekstrim.

Daerah-daerah yang berpotensi mengalami banjir ekstrim itu adalah Medan, Deli Serdang, Asahan, Langkat, Binjai, Serdang Bedagai, Batubara dan Labuhan Batu.

"Semuanya berpotensi mengalami banjir ekstrim," katanya.

Sementara itu, kata Hendra, curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Sumut itu berpeluang terjadi pada malam hingga pagi hari.

Hal itu disebabkan wilayah Sumut sedang mendapatkan tiupan angin timur yang berpotensi muncul pada menjalang malam hingga pagi hari.

Selain itu, BBMKG Wilayah I Medan juga memperkirakan masih kuatnya potensi awan konvektif sehingga angin kencang dan puting beliung juga masih berpeluang terjadi.

Kekencangan angin tersebut diprakirakan mencapai 15 hingga 20 knot atau sekitar 27 hingga 36 Km per jam.

"Peluangnya terjadi di lereng dan wilayah pantai timur," katanya.

Kondisi angin itu juga menyebabkan ombak air laut di Sumut cukup bergelombang dengan ketinggian 3 meter di Samudera Hindia, serta 2,5 meter di laut Nias dan Mentawai.

"Namun kalau cuacanya buruk, ketinggiannya bisa mencapai lima meter," katanya. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita