Senin, 28 Mei 2012
Sleman: Aliran Lahar Sungai Opak Dikeruk
Minggu, 02 Januari 2011 08:15
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/1 (SIGAP) - Material lahar dingin Gunung Merapi yang menumpuk di sepanjang aliran Sungai Opak mulai dikeruk, untuk menghindari luapan banjir lahar dingin menerjang sejumlah dusun yang berada di sekitar aliran sungai tersebut.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral Kabupaten Sleman Widi Sutikno, Minggu (2/1) mengatakan, pihaknya berupaya melakukan pengerukan material lahar dingin yang semakin menumpuk ini untuk normalisasi aliran Sungai Opak, karena jika tidak maka sejumlah dusun yang berada di Kecamatan Cangkringan sangat rawan diterjang banjir lahar dingin.

Menurutnya, saat ini bajir lahar dingin sangat rawan terjadi melalui aliran Sungai Opak karena hulu sungai yangb berada di lereng Merapi ini kembali aktif pascaerupsi lalu, setelah puluhan tahun mati dan bahkan sebagian jadi pemukiman.

"Saat ini aliran Sungai Opak di lereng Merepi terhitung lebih rendah dari aliran sungai lainnya dan telah terbentuk alur-alur sungai, sehingga jika di puncak hujan deras maka air akan mengalir melalui Sungai Opak dan membawa material vulkanik maupun sisa batang kayu yang tumbang akibat eruspsi Merapi," paparnya.

Dirinya mengatakan, pihaknya sebenarnya telah beberapa membuat "guide chanel" di Sungai Opak, namun karena beberapa kali pula puncak Merapi turun hujan deras dan mengakibatkan banjir lahar dingin maka "guide chanel" ini tidak berfungsi dan material lahar kembali memenuhi aliran sungai.

"Saat ini seluruh alat berat yang ada di Sungai Gendol kamim pindah ke Sungai Opak untuk normalisasi dan khusus normalisasi di Dusun Panggung kami mengerahkan 3 alat berat," ucapnya.

Widi mengatakan, saat ini normalisasi memang di fokuskan di sepanjang aliran Sungai Opak karena jika tidak ditangani secepatnya maka akan mengancam warga yang ada di bawah.

"Batu besar di aliran Sungai Opak semuanya dipinggirkan, kemudian pagar jembatan Panggung juga terpaksa dijebol agar tidak menghalangi air yang membawa material. Bahkan, ruang parkir Polsek Cangkringan juga sudah kami bongkar dan dibikin tanggul sehingga jika banjir besar airnya bisa melewati di atas jembatan dan tidak akan terhalang," tuturnya.

Dirinya mengemukakan, banjir lahar dingin Gunung Merapi di Sungai Opak mengancam sedikitnya tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Banjir lahar dingin di Sungai Opak mengancam tiga wilayah kecamatan yaitu Cangkringan, Ngemplak dan Prambanan, sehingga ribuan warga yang tinggal di bantaran sungai, kami minta meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari luapan banjir bercampur material vulkanik yang dapat terjadi setiap saat jika di lereng Merapi hujan deras," ujarnya.

Menurutnya, 2 jembatan di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, sudah terputus, sehingga kalau hujan deras, banjir bisa mengancam dusun di bawahnya.

"Saat ini Sungai Opak yang berhulu di Gunung Merapi sedang mencari `jalan` untuk aliran air, karena sudah puluhan tahun tidak mengalami banjir sederas sekarang. Material vulkanik di lereng Merapi masuknya ke Sungai Opak jika terjadi hujan deras. Kemungkinan kecil melalui Sungai Gendol atau Sungai Kuning," katanya.

Sementara itu, pemasangan jaringan listrik di lokasi "shelter" atau hunian sementara korban bencana Gunung Merapi di Dusun Plosokerep, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, dinilai lamban.

"Sampai saat ini belum semua `shelter` yang ditempati warga Dusun Kinahrejo dan Panggukrejo, Desa Umbulharjo ini dipasang jaringan listrik, padahal infrastruktur dan instalasinya sudah siap," kata Koordinator Posko Jenggala Andi Sahrandi, Minggu (2/1).

Menurut Andi, pihaknya yang ditunjuk pemerintah daerah sebagai pembangun "shelter" Plosokerep sudah memenuhi semua persyaratan yang diajukan PLN untuk pemasangan jaringan listrik, namun sampai saat ini listrik belum disambung.

"Saat pertama kali kami mulai membangun `shelter`, pihak PLN menyatakan siap mengalirkan listrik kalau infrastruktur dan instalasi sudah jadi," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita