Minggu, 27 Mei 2012
DPU Banjar Hotmik Jalan Rusak Lantaran Banjir
Selasa, 25 Mei 2010 02:22
AddThis Social Bookmark Button

 

Martapura, 25/5 (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan melakukan rehabilitasi atau pemeliharaan jalan rusak yang kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan melalui pengaspalan hotmik.

 

Ruas jalan yang direhabilitasi melalui pemeliharaan berkala itu adalah sepanjang ruas jalan kabupaten penghubung antarkecamatan, yakni Jalan Melati dari pusat Kota Martapura menuju Desa Bincau yang masuk Kecamatan Martapura Kota hingga Desa Bincau menuju Kecamatan Karang Intan.

"Panjang ruas jalan penghubung antarkecamatan yang dikerjakan itu mencapai 10,4 kilometer. Pengerjaannya sudah dimulai pertengahan Maret lalu dan diharapkan akhir Juli sudah selesai," ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Banjar, Muhammad Hilman di Martapura, Selasa.

Hilman yang didampingi Kepala Seksi Prasarana Jalan Gusti Abubakar, menyebutkan, kondisi ruas jalan yang merupakan jalur transportasi utama penghubung antarkecamatan hingga menuju ibukota kabupaten itu sudah dalam keadaan rusak berat.

Kerusakan ditandai dengan pengelupasan aspal yang muncul di sejumlah titik, sehingga cukup menyulitkan kendaraan maupun orang melintasi sepanjang ruas jalan yang kerap tergenang air saat musim hujan tiba.

"Tingkat kerusakannya berat karena terjadi pengelupasan aspal hingga mencapai 50 persen dari total panjang ruas jalan. Makanya, rehabilitasi jalan segera ditangani agar kerusakannya tidak bertambah parah," ujar dia.

Dikatakan, kegiatan rehabilitasi jalan melalui pemeliharaan berkala yang menyedot anggaran sebesar Rp3,7 miliar itu meliputi penutupan lubang agregat A, pemasangan batu di titik kerusakan kemudian seluruh permukaannya dilapisi aspal hotmik sehingga kondisinya mulus.

"Jika sudah diaspal hotmik, sepanjang ruas jalan itu menjadi mulus dan semakin nyaman dilintasi baik kendaraan maupun arus lalu lintas orang dan barang yang memanfaatkan sepanjang ruas jalan tersebut," ungkapnya.

Ditekankan, rehabilitasi ruas jalan yang menjadi jalur vital transportasi darat bagi kawasan sekitarnya itu merupakan program prioritas Dinas PU, di samping memenuhi keinginan masyarakat yang meminta perbaikan ruas jalan tersebut.

Mengenai pengaspalan yang dilakukan menggunakan hotmik tanpa dilakukan peninggian badan jalan untuk mencegah genangan air, ia mengatakan, langkah itu dilakukan karena terbatasnya anggaran sehingga diambil penanganan yang dinilai cukup tepat dan hasilnya juga lebih baik.

"Jika badan jalan ditinggikan untuk menghindari genangan air saat hujan, biayanya besar sekali dan bisa mencapai puluhan miliar sehingga diambil penanganan dengan cara dihotmik yang dananya relatif lebih sedikit tetapi kualitas penanganan tetap lebih baik," katanya.

(T.KR-YOS/B/P004/P004) 25-05-2010 07:14:07 NNNN

 

 

Arsip Berita