Minggu, 27 Mei 2012
Bengkulu: Nilai Investasi Capai Rp4 Triliun
Kamis, 30 Desember 2010 19:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/12 (SIGAP) - Penyerapan nilai investasi dan penyaluran kredit perbankan di Bengkulu pada 2010 mencapai Rp4 triliun, kata Kepala Bank Indonesia Cabang Bengkulu Causa Iman Karana, Kamis (30/12).

"Berdasarkan data yang ada selama 2010 ini penyerapan investasi dan kredit di Bengkulu sudah mencapai lebih dari Rp4 triliun," ujarnya.

Dirinya mengatakan, sektor terbesar penyumbang investasi kredit di Bengkulu berasal dari tiga sektor yakni pertanian, perdagangan dan jasa, sedangkan sektor lainnya masih rendah.

Sektor perdagangan, jasa dan pertanian menjadi penyumbang terbesar investasi kredit karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat kebanyakan berada pada ketiga sektor tersebut.

"Selama dua tahun terakhir ini penyumbang investasi kredit terbesar masih dipegang oleh sektor jasa, perdagangan dan pertanian," katanya.

Dirinya memperkirakan pada 2011 angka kredit untuk Bengkulu akan mengalami peningkatan sekitar 12%.

"Kemungkinan pada 2011 nilai investasi di Bengkulu meningkat karena kami saat ini mengadakan program untuk mendorong peningkatan investasi yang menjadi tanggung jawab sosial Bank Indonesia," katanya.

Bentuk tanggung jawab tersebut dengan memberikan bantuan kepada masyarakat untuk membuka usaha peternakan ayam petelur yang kini digalakkan di Kabupaten Bengkulu Tengah dan usaha pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak di Kabupaten Rejang Lebong.

Dengan adanya program tersebut selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga berimbas untuk pertumbuhan perekonomian daerah.

"Program tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bengkulu, yang nantinya juga diharapkan sejalan dengan program peningkatan investasi kredit di Bengkulu pada 2011," ujarnya.

Sebagai catatan, hingga November 2009 tercatat sudah 13 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) masuk ke Bengkulu dengan modal investasi sebesar USS 521.400.000.

Pada tahun 2005 jumlah investor yang masuk hanya 3 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA)dengan nilai investasi sebesar USS 16.030.000 dan menyerap tenaga kerja sebanyak 228 orang. Sedangkan tahun 2009 hingga bulan November, sudah masuk 13 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai USS 521,4 juta yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 581 orang. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita