Minggu, 27 Mei 2012
Kulon Progo: Kebutuhan Pupuk Januari 2011 Aman
Kamis, 30 Desember 2010 08:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/12 (SIGAP) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin aman dan tidak ada kelangkaan pupuk di daerah ini selama musim tanam pertama dan kedua pada 2011.

Kepala Bidang Tahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Muhammad Aris Nugroho, di Wates, Kamis (30/12) mengatakan, persedian pupuk masih cukup untuk musim taman pertama dan kedua pada pemupukan Januari 2011.

Pada prinsipnya, bantuan pupuk bersubsidi masih tetap akan dilakukan, kami sedang mengajukan ke provinsi untuk dilanjutkan ke pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian.

"Pada 2011, pemberian bantuan memang harus menunggu tanda tangan menteri pertanian, gubernur dan bupati. Meski demikian, kami mengasumsikan dengan penggunaan pupuk sesuai asumsi pada 2010, sehingga pupuk bersubsidi dapat diberikan kepada petani," katanya.

Dirinya mengatakan, kebutuhan pupuk pada Januari 2011 tidak banyak, karena wilayah saluran irigrasi Sapon dengan luas lahan sekitar 1.000 hektare.

Adapun petani yang melakukan pemupukan yakni di wilayah Kecamatan Galur, Lendah dan Panjatan.

"Jadi persedian pupuk masih mencukupi, dengan sistem pola tanam kebutuhan pupuk dapat diatasi dan tidak menimbulkan kelangkaan pupuk di Kulon Progo," katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, harga pupuk yang beredar di kabupaten sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Stok pupuk di Kulon Progo pada 2010 yakni pupuk jenis urea 15.561 ton, SP-36 sebanyak 6.500 ton, Za sebanyak 4.804 ton, Phonska 10.905 ton dan pupuk organik 9.660 ton, maka kalau 2011 kebutuhan pupuk diasumsikan sama dengan kebutuhan 2010, sudah dapat digunakan,karena kami kerja sama dengan produsen pupuk untuk menyuplai kebutuhan pupuk bagi petani," katanya.

Dirinya mengatakan, kebijakan Menteri Pertanian melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32/Permen/SR.130/9.2010 tentang kenaikan harga pupuk yang menyebabkan harga pupuk pada tahun ini mengalami kenaikan.

Harga pupuk urea naik dari Rp1.200 / kg menjadi Rp1.600 / kg, SP-36 Rp1.500 / kg menjadi Rp2000 / kg, Za Rp1.050/kg menjadi Rp1.400/kg, Phonska Rp1.750/kg menjadi Rp2.300/kg dan pupuk organik Rp500/kg menjadi Rp700/kg. "Jumlah permintaan yang naik yaitu phonska karena jenis pupuk ini mengandung unsur N, P dan K sangat tinggi, dan kami terus melakukan pengawasan," katanya. 

Sementara itu, selama 2 tahun terakhir, produksi pupuk organik di wilayah Kabupaten Kulon Progo terus mengalami peningkatan cukup tajam.

Saat ini jumlah produksi mencapai sekitar 700 ton setiap bulan. Dibanding tahun 2008 lalu dengan jumlah produksi sekitar 300 ton, maka tahun ini meningkat lebih dari 100%.

Demikian dikatakan ketua Asosiasi Produsen Pupuk Organik (Asproponik) Kabupaten Kulon Progo ‘Menoreh Aji', Tri Kuncoro Wahyu Jatmiko, SE, beberapa waktu lalu.

"Jumlah ini baru yang terdata dari anggota Asproponik. Sangat mungkin jumlahnya lebih besar lagi karena masih cukup banyak produsen yang belum masuk asosiasi sehingga jumlah produksinya belum bisa kami data," ujarnya.

Ditambahkan, sebagian besar produsen pupuk organik di Kulon Progo adalah kelompok tani (KT) atau Gabungan Kleompok Tani (Gapoktan) yang lokasinya tersebar di 12 wilayah kecamatan.

Namun, katanya, karena kemampuan masing-masing kelompok, jumlah produksinya belum merata. Yang paling besar adalah di Galur, Sentolo dan Panjatan, tutur Kuncoro kepada MI. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita