Minggu, 27 Mei 2012
Status Gunung Bromo Masih Siaga
Kamis, 30 Desember 2010 07:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/ 12 (SIGAP) - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, belum menaikkan status Gunung Bromo dari siaga ke awas, meski material vulkanik berupa lava pijar sempat dimuntahkan bersamaan terjadinya letusan.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi Dari PVMBG Gede Suantika saat dihubungi ANTARA melalui telepon, Kamis (30/12).

Gede menjelaskan, lava pijar sifatnya terus terjadi, baik di siang hari maupun malam hari. Namun menurutnya, sementara yang terlihat saat ini pada waktu malam hari.

Lebih lanjut Gede menambahkan, selama 11 hari terakhir ini, ketinggian abu vulkanik mencapai 1.200 meter hingga 2.000 meter dengan rata-rata amplitudunya 30 milimeter.

"Sifatnya terus menerus dengan arah angin berubah-ubah. Kadang ke timur laut dan utara. Tapi saat ini lebih condong ke Probolinggo," katanya.

Namun demikian, menurutnya, PVMBG belum memutuskan untuk meningkatkan status Gunung Bromo meski material vulkanik berupa bebatuan dan lava pijar keluar dari kawah Bromo.

"Material vulkanik belum sampai ke perkampungan penduduk. Hingga saat ini baru di sekitar kawah atau berjarak sekitar 100 meter saja," katanya.

Hanya saja, menurut Gede, hujan abu masih berlangsung hingga saat ini. Diketahui ketinggian abu vulkanik di sekitar lereng Gunung Bromo khususnya di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo sudah mencapai 15 centimeter.

Melihat kondisi tersebut, Gede tidak melarang jika ada penduduk yang mengungsi ke tempat-tempat penampungan yang disediakan pemerintah setempat yang ada di sekitar Kecamatan Sukapura.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Ngadirejo yang jaraknya sekitar 4-5 kilometer dari kawah Gunung Bromo mengungsi karena karena kuatir letusan susulan akan terjadi lebih besar pada Kamis dini hari.

Warga tersebut ditampung di kantor Kecamatan Sukapura, hotel dan gedung sekolahan yang merupakan daerah aman dengan radius 15 Kilometer dari kawah Gunung Bromo.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan 68 ribu masker kepada warga di tiga lokasi yang terkena dampak debu Gunung Bromo, kawasan Probolinggo, sebagai antisipasi hujan debu Bromo.

Menurut Kepala Markas PMI Kabupaten Probolinggo A. Sukarman dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu (29/12) mengatakan, masker itu didistribusikan di Kecamatan Sukapura, Sumber, dan Kuripan Probolinggo.

Masker itu dibagikan terutama di jalan-jalan protokol seperti jalan Sukarno Hatta, depan Kodim 0820, dan Wono Asih, sebagai bentuk anstisipasi hujan debu Bromo, katanya.

"Sebanyak 20 relawan Satuan Penanggulangan Bencana (Satgana) PMI Kabupaten Probolinggo dikerahkan dalam operasi distribusi masker yang dilakukan sejak 29 November hingga hari ini. Selain kepada warga penduduk, pambagian masker ini juga diberikan kepada murid-murid sekolah di wilayah Sukapura," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita