Minggu, 27 Mei 2012
Wapres Boediono Pilih Komodo Sebagai Tujuh Keajaiban Dunia
Rabu, 29 Desember 2010 04:57
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/12 (SIGAP) - Wakil Presiden Boediono, Rabu siang akan memilih Taman Nasional Komodo untuk masuk kedalam tujuh keajaiban dunia versi alam atau 7 Wonder Of Nature melalui jaringan internet .

Pemilihan itu dilakukan Wapres Boediono sebagai kampanye agar masyarakat Indonesia berlomba-lomba memberikan suara sehingga mendongkrak popularitas tujuan wisata di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Menurut Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar, Wapres akan tiba di Taman Nasional Komodo dengan helikopter sekitar pukul 13.20 WIT dan selain melakukan Vote Komodo juga akan menggelar dialog dengan masyarakat dan pelaku pariwisata di pulau itu.

Dirjen Sapta Nirwandar menjelaskan, Wapres juga akan melakukan kunjungan lapangan sekitar 40 menit untuk mengetahui dari dekat kehidupan liar Komodo.

Menurut Dirjen, pihaknya menargetkan mampu mengumpulkan sekurang-kurangnya 200 juta voter dalam ajang Vote Komodo untuk New 7 Wonders of Nature.

"Panitia New 7 Wonders sendiri menargetkan ada satu miliar voter untuk ajang ini. Jadi kita harus mendapatkan minimal 200 juta voter untuk komodo," kata Sapta Nirwandar.

Sementara itu, Direktur Sarana Promosi Esthy Reko Astuti mengatakan, jika Taman Nasional Komodo berhasil masuk tujuh keajaiban dunia versi taman nasional maka akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke taman nasional itu.

"Tahun ini saja diperkirakan kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo bisa mencapai 45 ribu wisatawan, dan jika berhasil masuk tujuh keajaiban dunia maka optimis angkanya bisa naik sampai 200 ribu wisatawan," katanya.

Esthy Reko Astuti mengatakan, sampai saat ini komodo masih menjadi finalis 28 besar dalam keajaiban dunia baru versi alam. Ke- 28 finalis itu akan dibagi menjadi tujuh kategori sehingga ada empat nominasi di masing-masing kelas.

Pesaing komodo sendiri ada beberapa di antaranya Blackforrest di Eropa dan Amazon yang berada di tiga negara yakni Argentina, Paraguay, dan Brazil.

"Pengumuman pemenang itu dilaksanakan tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 ," katanya.

Direncanakan hadir pada acara itu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla.

Wapres sebelumnya mengunjungi Ende untuk menghadiri perayaan Natal dan mengunjungi situs Bung Karno di Ende.

Biawak raksasa komodo (varanus commodoensis) merupakan satu-satunya hewan sisa peninggalan zaman dinosaurus yang masih hidup di dunia dengan habitat yang masih terjaga karena dapat hidup berdampingan dengan penduduk setempat.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Manggarai Barat Paulus Selasa, kepercayaan penduduk setempat yang menganggap komodo merupakan saudara kembar menjadikan penduduk setempat tidak melakukan perburuan bahkan melindungi keberadaan hewan purba itu.

"Tidak pernah ada kasus hewan tersebut memangsa penduduk setempat walaupun hewan itu berkeliaran bebas masuk pemukiman penduduk," katanya.

Seperti yang kutip laman wikipedia, Komodo atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara Timur. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 meter. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal "raksasa" ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Lama wikipedia mencatat, Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita