Minggu, 27 Mei 2012
BPOM: Boraks Formalin Tetap Mengancam Masyarakat 2011
Rabu, 29 Desember 2010 03:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/12 (SIGAP) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) semakin memperketat pengawasan terhadap makanan minuman, karena boraks dan formalin diyakini tetap mengancam masyarakat pada tahun 2011.

Deputi 3 Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga, Rabu (29/12) mengatakan, BPOM minta masyarakat selalu waspada dengan makanan minuman yang dikonsumsinya.

Menurutnya, dampak buruk yang ditimbulkan dari makanan dan minuman bercampur bahan berbahaya seperti boraks dan formalin lebih mengkhawatirkan dibandingkan bahan lain.

"Untuk itu, ke depan pengawasan rutin kami tetap dilakukan, terutama di sejumlah titik peredaran makanan dan minuman yang ditengarai menjual produk berbahaya tersebut," tegas Roy Sparingga.

Selain itu, dirinya mengatakan, akan mengawasi produk tersebut dengan melaksanakan sinergi secara lintas sektor. "Semisal, dengan Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai," katanya.

Bahkan, jelas Roy, mengajak kerja sama pengelola pelabuhan baik skala besar maupun kecil.

"Apalagi, pelabuhan merupakan jalur rawan penyaluran makanan dan minuman mengandung bahan berbahaya terutama pelabuhan kecil," paparnya.

Di sisi lain, dirinya menyarankan, para orang tua meningkatkan pengawasannya terhadap anak mereka, menyusul jajanan anak yang dijual bebas di tiap sekolah memiliki potensi besar mengandung boraks atau formalin.

"Selama ini, anak sekolah sering membeli makanan minuman tanpa melihat kualitas keamanan barang yang dikonsumsi," jelas Roy lagi.

Berdasarkan catatan SIGAP, formalin dan borak dalam jangka waktu singkat memang tidak menimblkan efek apa-apa. Namun, dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun akan menyebabkan penyakit kanker hati bagi yang sering mengkonsumsi.

Formalin merupakan antiseptic untuk membunuh bakteri kapang. Biasanya sering digunakan untuk mencuci peralatan kedokteran atau mengawetkan mayat. Formalin sering disalahgunakan untuk mengawetkan bakso, mie basah, kerupuk, ayam potong, tahu, ikan dan lainnya.

Sementara itu, borax biasanya digunakan oleh industri farmasi sebagai ramuan obat seperti salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, dan obat pencuci mata. Borax sering disalahgunakan untuk bahan tambahan pembuatan mie basah, lontong, bakso, kerupuk, dan lainnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita