Minggu, 27 Mei 2012
Bengkulu: 5 DAS Rusak Akibat Aktivitas Perkebunan
Rabu, 29 Desember 2010 03:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/12 (SIGAP) - Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko, Wahyu Hidayat, Rabu (29/12) mengatakan, Sedikitnya 5 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, rusak akibat aktivitas pertanian dan perkebunan.

Dirinya mengatakan, 5 DAS rusak yang terpantau oleh instansi ini yakni DAS Manjuto, Selagan, Teramang, Air Hitam dan DAS Air Dikit.

"Ini hanya DAS yang besar sedangkan sub DAS lainnya yang kecil masih banyak di daerah ini dan semuanya sudah rusak," jelasnya.

Menurut Wahyu, sampai sekarang belum ada upaya untuk melakukan penghijauan maupun reboisasi DAS yang rusak di daerah ini, karena untuk melakukannya dibutuhkan anggaran, sedangkan instansi ini tidak punya dana untuk itu.

"Untuk sementara ini, kita belum ada program untuk melakukan penghijauan di lokasi DAS yang rusak karena terkendala anggaran untuk kegiatan itu," ujarnya.

Menurutnya, belum lama ini Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu melakukan penertiban di lokasi DAS yang berada di Air Hitam, setelah kegiatan itu belum ada lagi penertiban DAS yang telah dirusak dengan tanaman sawit.

"Menurut aturan DAS tidak boleh digarap, tetapi DAS di daerah ini sudah rusak semua oleh aktivitas perkebunan," jelas Wahyu.

Sementara itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Sadar Hukum Indonesia Arifin mengatakan, pemerintah jangan hanya menertibkan DAS yang ditanami sawit oleh petani kecil tetapi DAS yang ditanami sawit oleh perusahaan perkebunan juga harus ditertibkan.

"Kalau mau menegakkan aturan jangan hanya kepada petani kecil saja, tetapi bagaimana dengan DAS yang berada dekat perusahaan perkebunan, kenapa tidak ditertibkan," ujarnya.

Dirinya mengatakan, bila hukum sama untuk semua, maka jangan ada istilah "tajam" ketika dengan masyarakat tetapi "tumpul" saat berhadapan dengan perusahaan.

Sementara itu, berdasarkan catatan SIGAP, Provinsi Bengkulu yang berada di wilayah barat pulau sumatera, banyak dialiri sungai-sungai besar dan kecil yang menuju samudra hindia. Tahun-tahun belakangan ini dirasakan telah terjadi penurunan kualitas DAS dan air yang disebabkan oleh berbagai aktifitas di lokasi tersebut.

Menurut hasil investigasi yang dilakukan oleh Bengkulu Ekspres (Bengkulu Ekspress.com Kamis, 25 November 2010) kerusakan terjadi terutama di DAS Bengkulu, Manna, Padang Guci dan Ketahun. Atau pada 57 DAS dan 154 sub DAS. Kerusakan bisa dilihat dari kondisilahan, tingkat kelerengan lokasi hingga pengolahan lingkungan sekitar kawasan sungai.


Terjadinya perambahan hutan dan pencemaran lingkungan menjadi penyebab utama kerusakan. Sehingga mengakibatkan tanah longsor dan banjir yang semakin mengkikis bagian sungai.


Perubahan DAS yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti membuat bangunan dan bercocok tanam di pinggir sungai atau melakukan kegiatan pertambangan, padahal dalam aturan 100 meter dari sungai tidak diperbolehkan ada kegiatan.

Guna mengatasi permasalahan Provinsi Bengkulu telah melakukan rehabilitasi hutan lindung seluas 2900 hektare dan 2100 hektare hutan konservasi atau hingga 2010 kawasan hutan yang telah dihijaukan seluas 5000 hektare. Diharapkan kegiatan ini dapat mengatasi kerusakan pada DAS yang ada di Provinsi Bengkulu.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita