Minggu, 27 Mei 2012
DKP Malut Bantu Armada Laut Ke Nelayan
Rabu, 29 Desember 2010 03:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/12 (SIGAP) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara (Malut) akan menyalurkan bantuan armada penangkap ikan ke nelayan di daerah itu sebanyak 14 unit dengan kapasitas di atas 30 Gros Ton (GT) pada tahun 2011. Demikian dikatakan Kepala Dinas DKP Malut Saiful Abdul Latif di Ternate, Rabu (29/12).

Tahun 2011, katanya, armada penangkap ikan tersebut akan diprioritaskan bagi nelayan di 3 kabupaten, yakni Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kota Ternate.

Bantuan armada itu juga akan dilakukan secara bertahap sampai pada tahun 2014, sehingga masyarakat kabupaten/kota di Malut akan mendapat bagian.

Saiful Abdul Latif mengatakan, armada itu juga diberikan kepada nelayan sebagai implementasi dari pengembangan kawasan minapolitan, sebab hal itu merupakan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara nasional diberikan armada sebanyak 1.000 unit kepada kelompok nelayan di Indonesia.

Kapasitas kapal di atas 30 GT itu cukup besar sebagai fungsi untuk meningkatkan produksi ikan tuna dan cakalang, serta dapat beroperasi sampai 12 mil pada daerah penangkapan ikan dan juga sekaligus dapat melakukan pengawasan langsung dan mencegah terjadinya praktik pencurian ikan di lapangan.

Menurutnya, armada itu juga dilengkapi peralatan navigasi dan alat komunikasi yang sangat lengkap, sehingga masyarakat dalam hal ini nelayan dapat melaporkan langsung kepada pihak terkait apabila terjadi pelanggaran di laut.

Selain itu, antuan armada tersebut akan diperuntukkan kelompok nelayan yang beranggota antara 15 sampai 20 orang dengan sasaran nelayan yang sudah mapan.

Bantuan itu diberikan dengan tujuan meningkatkan pengembangan usaha bersama, sebab pengadaan armada tersebut di kabupaten/kota dapat menguntungkan pendapatan nelayan dan juga menyerap tenaga kerja.

Sebelumnya, pada tahun 2010, pihaknya juga telah memberikan bantuan armada tersebut sebanyak 2 unit kepada kelompok nelayan di Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan dari bantuan APBN.

Seperti diketahui, sektor perikanan merupakan salah satu potensi unggulan di Malut. Potensi produksi perikanan di Malut mencapai 1 juta ton per tahun. Sedangkan, yang dimanfaatkan baru sekitar 40 ribu ton per tahun.

Salah satu yang menyebabkan adalah masih kurangnya investor perikanan yang terlibat dalam penggarapan potensi perikanan itu."Di Malut banyak potensi sumber listrik alternatif yang bisa dikembangkan, seperti potensi panas bumi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Terkait hal ini, Pemda harus mendorong pengusaha untuk menggarap potensi listrik alternatif di daerah tersebut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita