Minggu, 27 Mei 2012
Serang : Lima Kabupaten/Kota Belum Siap Terapkan Pembatasan BBM
Selasa, 28 Desember 2010 12:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/12 (SIGAP) - Lima kabupaten/kota di Provinsi Banten belum siap menerapkan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, karena masih banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) belum memiliki dispenser pump (pompa) untuk pertamax atau pertamax plus.

Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten Rahmat Halim di Serang, Selasa (28/12) mengatakan, kelima daerah yang belum siap menerapkan pembatasan BBM bersubsidi itu yakni Kabupaten Serang, Lebak, Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Serang.

"Masih banyak SPBU pada kelima daerah itu, yang belum memiliki dispenser pump untuk pengisian pertamax atau pertamax plus," katanya.

Rahmat mengatakan, untuk mengubah dispenser pump premium bersubsidi ke pertamax atau pertamax plus yang non-subsidi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun demikian, untuk daerah lainnya di Banten yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan kemungkinan sudah siap.

"SPBU di tiga daerah itu, rata-rata sudah memiliki dispenser pump untuk pertamax atau pertamax Plus," katanya.

Dirinya mengaku, belum memperoleh informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral daerah mana saja di Banten, yang akan diberlakukan pembatasan BBM bersubsidi tersebut.

Pemerintah berencana membatasi konsumsi BBM bersubsidi mulai 1 Januari 2011. Pembatasan akan mulai dilakukan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Rahmat Halim mengungkapkan, saat ini konsumsi rata-rata premium untuk di wilayah Banten diluar Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan mencapai 1.125 kiloliter per hari.

Sementara pertamax saat ini hanya 70 kiloliter per hari dan konsumsi solar mencapai 980 kiloliter per hari.

Sebelumnya diberitakan untuk kualitas BBM premium ditengarai dapat merusak fuel pump mobil, terbantahkan dengan penelitian Lemigas.

Lemigas membuktikan premium bukanlah penyebab rusaknya fuel pump mobil seperti yang diisukan beberapa waktu lalu.

“Secara umum Premium 88 yang diambil dari tangki timbun di pool taksi dan SPBU serta dispenser di SPBU memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya kepada detikOto, agustus lalu.


Namun, hasil lab terhadap sampel premium yang diambil dalam uji petik yang dilakukan BPH Migas itu juga menemukan adanya sampel bensin premium 88 yang berasal dari fuel pump mobil taksi yang keruh mengandung gum dan sulfur melebihi batas maksimum dan mengandung beberapa jenis logam (Cu, Zn, Fe, Pb). (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita