Minggu, 27 Mei 2012
BMKG: Waspadai Gelombang 2 Meter di Perairan NTT
Selasa, 28 Desember 2010 07:31
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/12 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kupang mengingatkan masyarakat terutama nelayan, navigator dan pengelola armada angkutan penyeberangan kapal laut, untuk mewaspadai gelombang Perairan Nusa Tenggara Timur di atas 2 meter.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Saiful Hadi, di Kupang, Selasa (28/12) mengatakan, dalam berbagai teori dan prakiraan cuaca dan perairan pergerakan gelombang di atas 2,0 meter itu, sudah masuk kategori tidak normal.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, berdasarkan perkiraan BMKG untuk dua hari ke depan terhitung tanggal 28-29 Desember perairan di NTT yang perlu diwaspadai adalah Laut Sawu dan Laut Timor, Selat Rote Selat Ombai dan Selat Sape, Laut Flores, Selat Sumbawa serta Laut Arafuru dengan tinggi gelombang mencapai 5 meter.

"Kondisi ini terjadi karena hujan disertai angin kencang dengan kecepatan pada kisaran antara 10-25 knot/jam," katanya.

Saiful Hadi menjelaskan, keadaan gelombang laut dengan kecepatan angin seperti itu, sangat berbahaya untuk untuk melakukan penyeberangan, sehingga perlu diwaspadai untuk menghindari terjadinya bencana.

Saiful Hadi menyebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situsnya memprediksi tinggi gelombang laut di perairan Indonesia pada Selasa berkisar 4-5 meter.

Gelombang setinggi 4-5 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Natuna, perairan Kepulauan Anambas, perairan Kepulauan Natuna dan Laut Arafuru bagian barat wilayah perairan NTT.

Gelombang laut setinggi itu juga berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Lampung hingga Bengkulu serta Laut Cina Selatan.

BMKG juga memperkirakan gelombang laut setinggi 3-4 meter berpeluang terjadi di perairan barat Lampung hingga Bengkulu, Selat Karimata bagian utara, perairan Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian timur, perairan utara Pulau Bangka, Selat Sunda bagian selatan, dan perairan selatan Jawa Tengah hingga Bali.

Sementara itu, gelombang setinggi 2-3 meter diperkirakan terjadi di Laut Maluku bagian selatan, Perairan Kepulauan Sangihe Talaud, Laut Banda bagian utara, Laut Timor, perairan Kepulauan Kai, Perairan Kepulauan Aru, perairan Yos Sudarso, perairan selatan Merauke, dan Laut Lepas Biak - Jayapura. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita