Minggu, 27 Mei 2012
Dinkes: Kabupaten Lombok Barat Masih Kekurangan Dokter
Selasa, 28 Desember 2010 04:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/12 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Gde Aryana di Gerung, Selasa (28/12) mengatakan, kabupaten ini masih kekurangan dokter untuk melayani 611 ribu jiwa penduduk.

Menurut Gde Aryana, saat ini di Kabupaten Lombok Barat baru memiliki 23 orang dokter. Dan menurutnya, jumlah itu masih jauh dari kebutuhan sekitar 60 orang dokter.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kebutuhan 60 orang dokter tersebut berdasarkan jumlah penduduk Lombok Barat yang kini mencapai 611 ribu jiwa dengan asumsi satu dokter melayani 10 ribu penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan dokter tersebut pihaknya tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan pemerintah pusat agar dapat menempatkan tenaga dokter di Lombok Barat.

"Namun usulan tersebut masih sulit direalisasikan karena dokter kurang berminat ditempatkan di daerah terpencil," katanya.

Gde Aryana mengatakan, untuk menyiasati kekurangan tenaga dokter tersebut pihaknya menggunakan sistem kontrak, kendati relatif lebih sulit.

Menurutnya, saat ini pihaknya memiliki 5 orang dokter dari tenaga kontrak yang diperbantukan pada Puskesmas terpencil seperti di Kecamatan Sekotong. "Saat kontrak berakhir, atau dokter bersangkutan akan melanjutkan pendidikan spesialis, kami kembali kesulitan mengisi kekosongan tersebut," katanya.

Terkait dengan itu, kata Gde Aryana, pihaknya berupaya memaksimalkan tenaga perawat yang telah dilatih khusus untuk menangani pasien dan ditempatkan pada Puskesmas pembantu (Pustu). "Jika ada pasien yang tidak dapat ditangani, perawat bersangkutan akan melakukan koordinasi dengan dokter yang ada di Puskesmas terdekat, atau segera merujuk pasien ke Puskesmas tersebut," katanya.

Semetara itu, berdasarkan pantauan SIGAP, penyebaran dokter di Sumatera Utara belum merata, terutama dokter spesialis. Dari sekitar 4.500 dokter umum dan spesialis yang ada di Sumut, 2700 diantaranya berada di Medan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumut, dr Henry Salim SpOG didampingi Sekretaris IDI Sumut dr Ade Taufiq, Minggu (26/12) mengatakan, ada 4 dokter spesialis yang sangat dibutuhkan rumah sakit di daerah yaitu, obgyn, anak, bedah dan penyakit dalam.

"Minimal ada 4 dasar yang paling dibutuhkan untuk syarat rumah sakit tipe C, obgyn, anak, peyakit dalam, dan bedah. Saat ini ada rumah sakit di kabupaten yang memiliki obgyn dengan anak saja, tapi bedah tidak ada atau ada obgyn dan bedah, tapi anak tidak ada," kata Henry.

Namun demikian, menurut Henry, kebutuhkan dokter akan segera terpenuhi dengan system tugas belajar (tubel) yang sedang berjalan saat ini. "Sekarang ini, daerah dengan Depkes sudah menyekolahkan dokter umum dari daerahnya dengan istilah tubel. Mereka nanti kalau sudah selesai akan kembali ke daerahnya. Kita harapkan mungkin 2-3 tahun ini distribusi akan terpenuhi," ungkapnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita