Minggu, 27 Mei 2012
PVMBG: Bromo Masih Terjadi Gempa Tremor
Sabtu, 25 Desember 2010 16:39
AddThis Social Bookmark Button

‎​Jakarta, 25/12 (SIGAP) - Kondisi siaga Bromo berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Sabtu (25/12) pukul 12.00-18.00 WIB terjadi seismik berupa gempa tremor menerus dengan amplitudo 15-32 milimeter. Sementara, asap tebal kelabu-coklat dri kawah Bromo terlihat dengan tinggi 1000-1200 meter ke arah timur laut.

Sebelumnya, PVMBG pada jum'at (24/12) menyatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke Kementerian Perhubungan (Kemhub) terkait abu vulkanik Gunung Bromo yang dimungkinkan bisa mengganggu penerbangan.

Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi dari PVMBG, Gede Suantika, Jumat (24/12) mengatakan, meski status Gunung Bromo belum dinaikkan dari siaga ke awas, namun guyuran abu vulkanik berupa pasir mulai dirasakan sejumlah warga di Jawa Timur seperti halnya di Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, hingga Sumenep Madura.

"Kami sudah mengirim surat ke Kemhub terkait dengan perkembangan Gunung Bromo saat ini," kata Gede Suantika.

Menurutnya, surat berupa rekomendasi yang dikirim ke Kemenhub tersebut berupa laporan otoritas penerbangan terkait meningkatnya aktivitas Gunung Bromo selama sepekan ini.

Namun demikian, lanjut Gede Suantika, pihaknya tidak membicarakan soal evakuasi penduduk mengingat abu yang dikeluarkan oleh Gunung Bromo itu tidak sebanyak yang dikeluarkan Gunung Merapi.

Bahkan, lanjutnya, kondisi letusannya membesar tapi berdasarkan pertimbangan guguran abunya masih diambang aman dan belum membahayakan warga sekitar serta material vulkanik berupa kerikil panas hanya jatuh di sekitar kawah.

"Saat ini merupakan letusan sekunder yang terjadi dan masuk dalam fase erupsi serta pertimbangannya material yang dikeluarkan hanya abu dan tidak terlalu serius atau banyak yang dikeluarkan Merapi," ujarnya.

Evakuasi, menurut Gede baru akan dilakukan jika terjadi letusan primer atau letusan yang disertai material bebatuan besar yang melampaui batas aman dan mengenai pemukiman penduduk.

"Kalau sudah terjadi itu baru akan kita naikkan statusnya dan mengevakuasi masyarakat dengan berkoordinasi dengan kepolisian," ujarnya.

Diketahui imbas dari aktivitas Gunung Bromo tersebut membuat jarak pandangan sangat terbatas khususnya di sekitar jalan raya Probolinggo-Pasuruan. Akibatnya sebagian kendaraan menyalakan lampu saat melintas meski kondisi siang hari. (laporan rusman/pvmbg/ant)

 

Arsip Berita