Minggu, 27 Mei 2012
Dinkes: Warga Pagaralam Diminta Waspadai DBD
Jumat, 24 Desember 2010 13:15
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/12 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rasyidi Amri, di Pagaralam, Jumat (24/12) mengatakan, Dinasnya mengimbau warga setempat agar waspada terhadap kemungkinan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue di musim penghujan saat ini.

"Memasuki musim penghujan ini, warga Pagaralam diingatkan untuk waspada terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD," katanya

Dirinya menyatakan, seluruh kecamatan di Pagaralam termasuk rawan DBD itu, sehingga diharapkan warga bisa melakukan upaya preventif untuk mengantisipasi penyakit itu.

"Warga dapat melakukan kegiatan gotong royong, membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing secara teratur. Selain itu, juga menjalankan program 3 M, yaitu menguras, menimbun, dan menutup semua wadah penampungan air," ujarnya.

Rasyidi mengingatkan saat musim penghujan ini, perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypti akan lebih cepat terutama pada tempat yang ada genangan airnya.

"Memang Pagaralam bukan daerah yang mudah berjangkit nyamuk penyebar demam berdarah itu, tapi sering timbul tanpa diketahui asalnya," ujarnya pula.

Nyamuk yang bertelur di wadah berisi air, akan menetaskan larvanya menjadi jentik nyamuk.

Setelah itu, nyamuk-nyamuk ini akan menjadi nyamuk dewasa dan beterbangan menggigit warga serta menularkan penyakit yang dibawanya melalui gigitannya ke tubuh manusia yang digigitnya, kata dia pula.

Rasyidi mengaku sudah mengintruksikan kepada seluruh kepala puskesmas di seluruh Pagaralam untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas, agar waspada terhadap ancaman DBD itu.

Rasyidi menambahkan, meski ada tindakan pengasapan atau juga penaburan bubuk abate, namun program 3 M dinilai jauh lebih efektif untuk mencegah timbul penyakit DBD.

Kasus DBD di Pagaralam dari Januari sampai akhir Desember ini, data Dinas Kesehatan Kota Pagaralam mencapai 10 kasus, tapi tidak ada korban meninggal dunia.

"Kendati cukup banyak namun dibandingkan periode yang sama di tahun 2009 lalu, kasus DBD tahun ini cenderung menurun mengingat tahun lalu kasus DBD sampai akhir Oktober mencapai 7 kasus," katanya lagi.

Berdasarkan catatan SIGAP, demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae.

Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam tinggi terus menerus, disertai adanya tanda perdarahan, contohnya ruam. Ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang. Selain itu tanda dan gejala lainnya adalah sakit perut, rasa mual, trombositopenia, hemokonsentrasi, sakit kepala berat, sakit pada sendi (artralgia), sakit pada otot (mialgia).

Sejumlah kecil kasus bisa menyebabkan sindrom shock dengue  yang mempunyai tingkat kematian tinggi. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.  (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita