Minggu, 27 Mei 2012
Sumut: Pengembangan Desa Siaga Untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan
Kamis, 23 Desember 2010 12:56
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/12 (SIGAP)- Pengembangan desa siaga di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara diharapkan mendukung program desa sehat sekaligus menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat Herman Sadeck di Stabat, Kamis (23/12).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa mengembangkan kesiapsiagaan di tingkat desa.

Pengembangan desa siaga, menurutnya, juga dilatarbelakangi masih tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan di daerah itu.

"Juga karena tingginya angka kesakitan dengan munculnya penyakit baru dan lama yang bersifat pandemis serta belum hilangnya penyakit endemis," katanya.

Herman Sadeck menegaskan, diperlukan terobosan yang benar-benar memiliki daya ungkit untuk meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Kabupaten Langkat.

"Apalagi sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No 741/2008 pada 2015 sudah harus ada desa siaga aktif sekitar 80 persen," ujarnya.

Di desa siaga aktif tersebut, kata Herman Sadeck, akan tersedia pos dana kesehatan desa serta upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang memberikan pelayanan kesehatan dasar.

"Tidak hanya itu, UKBM dapat dijadikan tempat penanggulangan bencana serta pemantauan pertumbuhan gizi, penyakit, lingkungan dan perilaku dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP, Desa Siaga adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan dan kemauan untuk mengenali masalah kesehatan yang ada, dan mengambil upaya penanggulangan sesuai dengan potensi yang ada. Di Desa Siaga masyarakat dibimbing untuk mengenali masalah kesehatan secara sederhana, dibimbing cara mengenali potensi yang ada serta difasilitasi untuk menyusun usulan kegiatan spesifik di tingkat desa.

Seperti diketahui, saat ini bangsa Indonesia telah memasuki tahapan baru dalam pembangunan kesehatan yang lebih memprioritaskan upaya promotif dan preventif dengan tetap memantapkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Artinya, upaya kesehatan diprioritaskan untuk mempertahankan orang yang sehat untuk tetap sehat, dan bila sakit harus segara diobati dengan mengembangkan pelayanan pengobatan yang memadai.

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014, yaitu meningkatnya umur harapan hidup menjadi 72 tahun, menurunnya angka kematian bayi menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup, menurunnya angka kematian ibu melahirkan menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup, dan menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak Balita menjadi 15%. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita