Minggu, 27 Mei 2012
Sultra Surplus Beras 25.000 Ton
Kamis, 23 Desember 2010 12:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/12 (SIGAP) - Kepala Dinas Pertanian (Ditan) Sulawesi Tenggara (Sultra), Mansyur, di Kendari Kamis (23/12) mengatakan, pada tahun 2010, produksi beras di Sultra mengalami surplus sebesar 25.000 ton.

Dirinya mengatakan, surplus beras itu diketahui setelah dikurangi antara jumlah produksi beras daerah ini dan kebutuhan beras daerah Sultra.

"Secara umum, hasil produksi beras kita tahun ini mencapat 455.231 ton beras, sedangkan kebutuhan beras daerah ini mencapai 430.000 ton, sehingga kita peroleh surplus beras sekitar 25.000 ton," katanya.

Menurutnya, keberhasilan daerah ini mencapai surplus beras tidak terlepas dari kerja keras para petani yang berusaha meningkatkan hasil produksinya dan mendapat bantuan dan bimbingan dari pemerintah.

"Pemerintah juga terus melakukan dorongan terhadap petani untuk meningkatkan produksinya, dengan melibatkan para tenaga penyuluh pertanian," katanya.

Upaya lain kata Mansyur, memberikan bantaun kepada petani seperti pemberian bantuan benih, bantuan pupuk, bantaun penanganan paska panen, termasuk membantu petani memberantas hama dan penyakit tanaman.

Mansyur berharap, pada tahun 2011, produksi beras bisa lebih meningkat dari yang ada saat ini, sehingga surplus beras bisa lebih besar pula dari yang ada saat ini.

Sementara itu, berdasarkan pantauan SIGAP, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Kamis (16/12) minta Bappeda Provinsi Jambi menurunkan tim untuk mengecek ulang dan memastikan keabsahan surplus beras di Provinsi Jambi.

Menurut Hasan Basri Agus, tim yang diturunkan nantinya merupakan tim dari Bappeda Provinsi Jambi bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.

Tujuannya hanya untuk memastikan apakah kita (Jambi) benar-benar surplus atau tidak, jangan sampai membingungkan masyarakat.

"Kalau memang surplus, kita katakan surplus, tapi kalau tidak, kita katakan tidak. Jangan sampai mengatakan surplus jika realitasnya di lapangan tidak surplus," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita