Minggu, 27 Mei 2012
Sultra: Produksi Rumput Laut Baubau Capai 2.563,7 Ton
Rabu, 22 Desember 2010 06:47
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/12 (SIGAP) - Produksi rumput laut Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang musim tanam 2010 mencapai 2.563,7 ton.

Kepala Seksi Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Baubau, Ahman di Baubau, Rabu (22/12) mengatakan, produksi rumput laut Kota Baubau tahun 2010 meningkat dari tahun 2009 yang hanya menacapai 2.261,2 ton.

"Dari jumlah tersebut, produksi terbanyak terdapat di Kecamatan Lea-lea dan terbanyak kedua yaitu di Kecamatan Kokalukuna," katanya.

Dirinya menambahkan, luas wilayah potensi rumput laut di Baubau mencapai 660 hektare, terdapat di 5 kecamatan yaitu Murhum, Betoambari, Kokalukuna, Bungi dan Lea-lea.

"Dari luas potensi wilayah budidaya rumput laut ini, yang telah termanfaatkan sekitar 111,6 hektare," tambahnya.

Ahman mengatakan, pada tahun 2009, produksi rumput laut Baubau berkurang disebabkan oleh faktor cuaca. Akibatnya, rumput laut terkena penyakit ice-ice dan rontok.

"Tahun ini sebaliknya, walapun hujan terjadi di sepanjang tahun, tetapi produksi rumput laut meningkat," katanya.

Dirinya menambahkan, setelah panen, petani rumput laut menjual hasil panen mereka kepada pengumpul yang ada di Kota Baubau. Selanjutnya para pengumpul menjual ke Surabaya, Jawa Timur untuk dilakukan pengolahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ir.H Subandi Rabu pekan lalu mengatakan, investor dari Malaysia akan melakukan kerjasama dalam pengembangan rumput laut di daerah ini tahun 2011.

Menurutnya, pihaknya sudah bertemu Rabu (15/12) untuk memaparkan keinginannya berinvestasi di bidang rumput laut di Lombok Barat," kata Subandi di Giri Menang, Sabtu (18/12).

Subandi mengatakan, untuk mengawali kerjasama itu rencananya investor akan melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap potensi dan model pengembangan rumput laut di daerah ini. "Investor sebenarnya ingin langsung melakukan penelitian Desember ini, namun karena faktor cuaca yang kurang bersahabat, kami menyarankan melakukan penelitian sekitar bulan Maret 2010," katanya.

Dirinya mengatakan, kalau investasi yang direncanakan itu dapat terealisasi maka akan memberikan dampak signifikan terhadap produksi rumput laut di Lombok Barat sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat. "Apalagi saat ini Lombok Barat sudah menjadi kawasan minapolitan rumput laut," katanya.

Produksi rumput laut di Lombok Barat mencapai 230 ton per tahun, namun dinilai belum optimal karena hanya 200 hektare saja yang baru dikelola dari potensi 800 Ha. Potensi budidaya rumput laut sekitar 200 Ha itu berada pada dua lokasi yakni di perairan Bangko-Bangko dan Sepi bagian Selatan perairan Lombok Barat. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita