Minggu, 27 Mei 2012
Yogyakarta: Raskin 2011 Sebanyak 3.024 Ton
Rabu, 22 Desember 2010 06:33
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/12 (SIGAP) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Daerah Istimewa Yogyakarta akan menyalurkan beras untuk rakyat miskin pada 2011 sebanyak 3.024,42 ton kepada 201.628 rumah tangga sasaran di provinsi ini. Demikian dikatakan Kepala Bulog Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Murino Mudjono, di Yogyakarta, Rabu (22/12).


"Kami akan mulai menyalurkan beras untuk rakyat miskin (raskin) itu pada awal Januari 2011. Jumlah penerima dan raskin yang disalurkan pada 2011 sama dengan tahun sebelumnya," katanya.

Menurut Murino, pihaknya sudah mempersiapkan penyaluran raskin dan sudah berkoordinasi dengan masing-masing pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di wilayah DIY. Penyaluran pada 2011 tidak mengurangi jatah raskin yang disalurkan pada 2010.

Dengan demikian, kata Murino, masyarakat juga mengetahui bahwa raskin tetap dijalankan pada 2011."Tidak perlu khawatir. Penjatahan raskin masih sama dengan periode tahun lalu setiap bulannya," katanya.

Selain penyaluran raskin, Bulog DIY juga terus berusaha menahan harga beras agar tidak terlalu naik. Bulog DIY juga masih melakukan operasi pasar yang sudah dilakukan sejak 15 Desember 2010, dan akan berakhir pada 30 Desember 2010.

Terkait operasi pasar, Murino mengatakan, operasi pasar murni beras yang dilakukan Bulog DIY hingga 17 Desember 2010 telah menyalurkan 20 ton beras di beberapa pasar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunung Kidul.

Di Kota Yogyakarta ada 5 pasar yang dijadikan lokasi operasi pasar murni, yakni Pasar Lempuyangan, Beringharjo, Kranggan, Demangan, dan Pasar Sentul. Sedangkan di Kabupaten Gunung Kidul dilakukan di Pasar Wonosari.

Murino menjelaskan, tiga kabupaten yaitu Sleman, Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo belum mengajukan permintaan untuk dilakukan operasi pasar murni. Mereka beralasan harga dianggap belum terlalu mengkhawatirkan, sehingga belum saatnya dilakukan operasi pasar.

"Kami juga telah melakukan operasi pasar khusus yang dilakukan di desa-desa dengan sasaran 201.628 rumah tangga yang selama ini menerima raskin. Setiap rumah tangga menerima 15 kilogram dengan harga Rp1.600 per kilogram," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan SIGAP, penyaluran beras untuk warga miskin di Sumatera Utara hingga 16 Desember 2010 masih sekitar 96,67% dari total 142.521 ton yang seharusnya disalurkan.

"Penyaluran lumayan bagus dibandingkan tahun lalu, tetapi tidak tahu juga apakah bisa mencapai 100 persen," kata Humas Bulog Sumut Rusli Siregar di Medan, Senin (20/12).

Diharapkan tahun ini penyaluran raskin bisa mencapai 100% dibanding tahun lalu yang hanya 97%.

Sedangkan Perum Bulog Divisi Regional Bali sudah merealisasikan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) sebanyak 22.861 ton selama 2010 hingga 2 Desember atau mencapai 99,72% dari sasaran semula.

Pemberian beras murah untuk kebutuhan rakyat miskin di daerah ini, sudah diterima dalam jumlah dan tepat waktu sesuai direncanakan pemerintah, kata Ketua Satgas Kerja Raskin Bulog Bali, Drs Wayan Suyasa di Denpasar Selasa (21/12).

Bali sebagai salah satu daerah kunjungan wisatawan mancanegara terkenal di dunia internasional, memiliki sebanyak 134.384 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) sebagai penerima raskin selama 2010.

Pemerintah, kata Suyasa, tetap akan melanjutkan program pemberian Raskin kepada masyarakat yang kurang mampu dalam bidang ekonomi tentu tetap dengan harga murah untuk tahun 2011, namun berapa jumlahnya belum diketahui secara pasti.

"Kami belum menerima berapa jumlah masyarakat miskin dari data yang terkini di Bali, yang berhak menerima Raskin periode tahun 2011. Berapa pun jumlahnya yang disodorkan pemerintah setempat akan dipenuhinya," kata Suyasa. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita