Minggu, 27 Mei 2012
Makassar: Pemkab Tingkatkan Layanan Puskesmas Terapung
Selasa, 21 Desember 2010 07:44
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/12 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kesehatan Kota Makassar meningkatkan pelayanan Puskesmas terapung untuk melayani masyarakat pesisir di wilayah Kota Makassar.

"Dua puskesmas terapung yang melayani masyarakat di tujuh pulau di Makassar, kini diaktifkan kembali, setelah program itu dijalankan pada 2005," kata Kepala Dinkes Makassar dr Naisyah tun Asikin di Makassar, Selasa (21/12).

Dirinya mengatakan, puskesmas terapung tersebut bantuan pemerintah pusat melalui pengangggaran dana alokasi khusus. Puskesmas terapung itu difasilitasi dengan sarana pelayanan kesehatan, termasuk obat-obatan.

Sehinggga pasien yang belum sempat dirawat di rumah sakit, lanjut dia, dapat diberi pertolongan awal pada puskesmas terapung itu.

Mengenai jangkauan puskesmas terapung itu, Naisya mengatakan, dapat menjangkau tujuh pulau dari sebelas pulau di lepas pantai Kota Makassar.

Ketujuh pulau tersebut antara lain yakni Pulau Barrang Caddi, Barrang Lompo, Pulau Samalona, Pulau Kodingareng, dan Pulau Lanjukan.

"Semua bentuk pelayanan puskesmas terapung itu, tidak dipungut biaya, karena ini merupakan salah satu bentuk pelayanan dari program kesehatan gratis di Makassar," kata Kepala Dinkes Makassar.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia mengimbau agar masyarakat di pesisir tidak segan-segan memeriksakan diri pada petugas puskesmas terapung, karena untuk menjangkau puskesmas di Kota Makassar membutuhkan waktu satu hingga enam jam perjalanan.

Berkaca Kabupaten Kayong Utara, dari 2009, Pemkab telah menyiapkan anggaran untuk dokter yang bertugas di Puskesmas Terapung. Yakni, dengan pemberian insentif Rp4 Juta, untuk sekali perjalanan.

Menurutnya, insentif merupakan salah satu bentuk motivasi yang diberikan pemerintah kepada dokter, dalam menunaikan pengabdiannya memberikan pelayanan kesehatan. Sehingga, dokter yang bertugas di Puskesmas Terapung lebih bersemangat jalankan tugas di kawasan kepulauan, seperti dilansir borneotribune.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita