Minggu, 27 Mei 2012
Bandung: Badan Geologi Gelar Istighosah
Selasa, 21 Desember 2010 07:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/12 (SIGAP) - Seribuan kaum muslim mengikuti istighosah qubro yang digelar keluarga besar Badan Geologi Kementerian ESDM di Mesjid Al Hidayah Kompleks Badan Geologi di Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa (21/12).

Istighosah qubro yang digelar oleh institusi yang selama ini terlibat dalam mitigasi bencana alam di Indonesia itu dipimpin oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya serta KH Yayat Ruchiyat Luthfi.

Kegiatan mendekatkan diri kepada Allah SWT yang berlangsung dua jam mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB tersebut berlangsung khusu. Selain keluarga besar Badan Geologi juga dari sejumlah pesantren di Kota Bandung.

Kepala Badan Geologi, H Suchyar menyebutkan istighosah itu digelar dalam rangka Tahun Baru 1432 Hijriyah. Selain itu dalam rangka upaya refleksi terkait banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia seperti gempa bumi, longsor, letusan gunung, tsunami serta yang lainnya.

"Upaya selain dilakukan secara teknis juga dilakukan dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan doa dan mohon ampunan-Nya," kata Suchyar.

Sementara itu Habib Muhammad Luthfy bin Yahya menyatakan perlunya seluruh umat di muka bumi ini khususnya kaum muslimin untuk menafakuri dan memaknai sejumlah fenomena dan bencana alam untuk selanjutnya sadar menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Habib Muhammad Luthfy, semua bencana dan fenomena alam tidak lepas dari buah perbuatan manusia di muka bumi terutama kealpaan dan keserakahan dalam mengelola dan meninggali bumi.

"Semua bencana adalah refleksi bagi kita semua untuk ditafakuri dan menjadikan kita untuk menghormati dan menjaga alam. Jangan sesekali berjalan sombong di muka bumi ini karena sebenarnya kita sangat kecil dihadapan Allah," katanya.

Dirinya menyebutkan pemerintah dan lembaga terkait termasuk Badan Geologi telah melakukan upaya meminimalisasi dan memitigasi bencana alam secara maksimal, namun istighosah merupakan jawaban semua untuk menyempurnakan upaya yang telah dilakukan.

"Segala upaya sudah dilakukan maksimal oleh pemerintah, dan istighosah menyempurnakan upaya itu dengan keikhlasan dan penghadapan kepada-Nya," kata Habib Muhammad.

Dirinya mengingatkan umat untuk memiliki kepekaan terhadap lingkungan minimal di sekeliling tempat tinggalnya, selain itu setiap insan sadar untuk menjaga keseimbangan alam dan berperilaku baik agar terhindar dari bencana dan kesulitan.

BMG sendiri, dalam perjalanannya  telah berevolusi melewati tiga kurun waktu. Dimulai dari Dienst van het mijnwezzen pada masa pemerintahan Hindia Belanda (1820).

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia institusi ini menjadi Direktorat Geologi yang kemudian pada tahun 1979 berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, dan sejak tahun 2006 menjadi Pusat Survei Geologi.

Penelitian dan pengembangan geologi di Indonesia diawali Dienst van het mijnwezzen dengan dipaparkannya teori undasi, penemuan lajur anomali gaya berat free air negatif, dan penemuan fosil hominid oleh ilmuwan Belanda sekitar tahun 1850.

Pada tahun 1946, Direktorat Geologi memulai program pemetaan geologi sistematik, eksplorasi mineral logam dan mineral industri, survei hidrogeologi dan geologi teknik, penyelidikan dan pemantauan gunungapi. Pemetaan gayaberat sistematik dimulai padatahun 1964.

Sejak tahun 1979 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi mulai merangkum berbagai hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya menjadi paket-paket data dan informasi kebumian berupa peta-peta geologi digital, serta paket data geologi Irian Jaya (Papua) dan Kalimantan.

Kegiatan litbang kebumian dimulai dengan penajaman pada pencarian sumber-sumber baru energi dan mineral, serta aspek lingkungan dan kebencanaan.

Hasil-hasil litbang yang berupa data dan informasi tentang potensi kebumian itu disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), kalangan industri dan masyarakat luas. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita