Minggu, 27 Mei 2012
BPS: Warga Miskin Halsel Capai 6.912 Orang
Senin, 20 Desember 2010 06:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/12 (SIGAP) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), mencatat hingga tahun 2008 kemarin jumlah orang miskin di kabupaten itu mencapai 6.912 orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Halsel, Abdul Halim, MSi, mengatakan di Ternate, Senin, hingga saat ini pihak BPS masih mengunakan data miskin tahun 2008, hal tersebut karena BPS Halsel di tahun 2010 ini belum miliki data base terbaru menyangkut jumlah orang miskin di Halsel.

Data ini diambil BPS berdasarkan hasil verifikasi tahun 2005, yang dilakukan BPS setiap tiga tahun sekali, di 30 Kecamatan di Halsel, dari data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) Halsel mencacat jumlah orang miskin terbanyak terdapat di Kecamatan Gane Timur dengan jumlah orang miskin sebanyak 614 orang.

Kemudian disusul Kecamatan Kayoa 417 orang dan di posisi ketiga di tempati Kecamatan Bacan Timur sebanyak 358 orang, sementara untuk Kecamatan Makian Barat tercatat yang paling kecil jumlah orang miskinya yakni hanya 76 orang.

Karena sistem pendataan baru akan dilakukan pada tahun 2011 nanti, BPS baru akan melakukan pendataan warga miskin pada tahun 2011, hal itu dilakukan BPS setiap tiga tahun sekali, dan terakhir melakukannya tahun 2008.

Dia menambahkan, dalam melakukan pendataan warga miskin, BPS mengunakan 16 indikator, salah satunya adalah besaran jumlah pengeluaran tiap bulan per kepala keluarga (KK), di bawah Rp 100 ribu, selain itu ada juga kriteria lain.

Kriteria itu misalnya luas bangunan tempat tinggal yang tidak lebih dari delapan meter dan terbuat dari papan/bambu serta atapnya dari rumbia, karena dari situ kata Abdul, pihaknya bisa memastikan layak atau tidaknya seseorang disebut miskin.

Adapun jumlah warga miskin di setiap Kecamatan masing masing, untuk Kecamatan Obi Selatan sebanyak 310 orang, Obi 402 orang, Obi Barat 154 orang, Obi Timur 116 orang dan Obi Utara sebanyak 277 orang, sementara di Kecamatan Bacan hanya mencapai 187 orang, Mandioli Selatan 287 orang.

Mandioli Utara 290 orang, Bacan Selatan 119 orang, Botanglomang 288 orang, Bacan Timur Selatan 346 orang, Bacan Timur Tengah 108 orang, Bacan Barat 140 orang, Kasiruta Barat 221 orang, Kasiruta Timur 118 orang, Bacan Barat Utara 111 orang, Kayoa Barat 117 orang, Kayoa Selatan 302 orang, Kayoa Utara 135 orang.

Pulau Makian 168 orang, Gane Barat 220 orang, Gane Barat Selatan 188 orang, Gane Barat Utara 211 orang, Kepulauan Joronga 144 orang, Gane Timur Tenggah 248 orang serta Kecamatan gena Timur Selatan sebanyak 180 orang.

Sementara itu, diakhir November lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan rasa bersyukurnya terkait jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun di Indonesia yang terus berkurang. 6 Tahun terakhir, persentase penduduk miskin terus menurun.

Presiden mengatakan, pada tahun 2004 jumlah penduduk miskin 16,66% atau sekitar 30 juta jiwa.

Pada tahun 2005 menurut Presiden SBY angka kemiskinan berkurang menjadi 16% dari total jumlah penduduk Indonesia. Namun pada 2007 seiring dengan naiknya harga minyak dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia melonjak menjadi 39 juta orang.

Sedangkan pada tahun 2010 ini, persentase jumlah penduduk miskin berkurang jadi 13,33% saja atau sekitar 31 juta jiwa. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita