Minggu, 27 Mei 2012
BPS: Penduduk Bekerja Di Jambi Bertambah 13,30%
Senin, 20 Desember 2010 02:08
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/12 (SIGAP) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi, Dyan Pramono Effendi di Jambi, Minggu (19/12) mengatakan, jumlah penduduk bekerja di Provinsi Jambi sampai Agustus mencapai 1,463 juta orang atau bertambah sebesar 13,30% dibadingkan keadaan pada Februari lalu sebesar 1,291 juta orang.

Namun demikian secara kuantitas terjadi lonjakan pengangguran dari 74 ribu orang pada Agustus 2009 menjadi 83 ribu orang pada Agustus 2010 atau bertambah sekitar 9.000 ribu orang.

Bertambahnya angkatan kerja ternyata diiringi dengan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja. Pada Agustus 2010 penduduk yang bekerja mencapai 1,463 juta orang, bertambah 13,30% dibanding keadaan Februari 2010 sebesar 1,291 juta orang atau bertambah 16,01% dibanding keadaan Agustus 2009 sebesar 1.260 ribu orang.

Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jambi sedikit menurun dibanding kondisi Agustus 2009 yaitu dari 5,54% pada Agustus 2009 mejadi 5,39% pada Agustus 2010.

Dari sisi gender peningkatan jumlah angkatan kerja laki-laki jauh lebih besar dibandingkan dengan angkatan kerja perempuan. Angkatan kerja laki-laki hampir dua kali lipat jumlah angkatan kerja perempuan.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Jambi pada Agustus 2010 sebesar 65,78% lebih rendah dibanding kondisi Februari 2010 sebesar 66,51%, juga lebih rendah dibanding kondisi Agustus 2009 sebesar 66,65%.

Membandingkan TPAK laki-laki dengan perempuan memperlihatkan perbedaan yang sangat mencolok dimana pada Agustus 2010 TPAK lakilaki sebesar 84,47% (84,47% penduduk usia kerja laki-laki masuk ke dalam angkatan kerja) sementara TPAK perempuan hanya 46,37%, artinya hanya 46,37% penduduk perempuan usia kerja yang memasuki angkatan kerja.

Bila ditinjau dari lapangan pekerjaan utama, Sektor Pertanian masih menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja yaitu 55,4% atau lebih dari setengah penduduk yang bekerja berada di Sektor Pertanian.

Dyan Pramono Effendi mengatakan, penyerap tenaga kerja terbesar ke-dua adalah Sektor Perdagangan yaitu 15,7% dan sektor penyerap tenaga kerja terbesar ke-tiga adalah Sektor Jasa kemasyarakatan sebesar 14,8%.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita