Minggu, 27 Mei 2012
Mamuju: Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga Beras
Sabtu, 18 Desember 2010 16:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/12 (SIGAP) - Masyarakat terutama ibu rumah tangga di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat mengeluhkan harga beras yang mengalami kenaikan tajam menjelang Tahun Baru 2011.

Sumiati salah seorang warga di Kelurahan Karema Mamuju, Sabtu (18/12) mengatakan, sejak dua pekan yang lalu harga beras yang ada di pasaran Kota Mamuju mengalami kenaikan dan diperkirakan akan terus naik menjelang Tahun Baru 2011.

"Masyarakat heran di saat daerah ini didengungkan menjadi sentra produksi beras oleh pemerintah karena produksinya tinggi, justru harga beras mengalami kenaikan, yang cukup membebani ekonomi masyarakatnya," kata Sumiati yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil ini.

Dirinya mengatakan, dengan lonjakan harga beras yang ada di pasaran tersebut cukup mencekik masyarakat karena akan sulit memenuhi kebutuhannya khususnya masyarakat lapisan bawah sehingga pemerintah harus melakukan antisipasi.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Uni yang menyebutkan, selain harga beras yang melonjak sejumlah kebutuhan pokok lainnya di pasaran juga meningkat.

Oleh karena itu Sumiati juga meminta kepada pemerintah setempat segera dapat melakukan normalisasi harga beras dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya agar beban ekonominya tidak bertambah.

"Saya yakin kenaikan kebutuhan pokok di Mamuju seperti beras, karena ulah spekulan yang mencoba mempermainkan harga ketika didistribusikan kedaerah ini," katanya.

Dirinya mengatakan, kenaikan harga beras bukan karena produksi beras petani berkurang. "Bahkan hasil panen petani justru membaik seperti yang disampaikan di media massa, sehingga pemerintah harus menindak mereka yang mempermainkan harga," katanya.

Pemantauan ANTARA di sejumlah pasar di Mamuju semua semua jenis beras yang dijual pedagang pedagang terus mengalami lonjakan sejak dua pekan lalu, seperti beras jenis Madina yang harganya sekitar Rp150 ribu (25 kg) naik menjadi Rp165 ribu.

Begitu juga beras jenis mutiara atau beras super yang semula harganya sekitar Rp165 ribu naik dan dijual pedagang dengan harga Rp175 ribu/karung 25 kg, beras cap Mana juga mengalami kenaikan dari Rp150 ribu menjadi Rp165 ribu.

Kemudian beras Putri Duyung naik dari harga Rp165 ribu menjadi Rp175 ribu, dan jenis beras cap Udang dari Rp138 ribu menjadi Rp145 ribu dan jenis beras cap Jempol dari Rp155 ribu menjadi Rp165 ribu perkarung.

"Harga beras dinaikkan distributor karena permintaan akan meningkat menjelang hari raya natal dan tahun baru, memang tradisinya sudah seperti itu," kata Amir salah seorang pedagang.

Menurut investigasi SIGAP kenaikan harga juga disebabkan pemberitaan di beberapa media cetak tentang banyak petani padi gagal panen di wilayah Mamuju, sehingga distributor memainkan harga. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita