Minggu, 27 Mei 2012
Maluku: Gubernur Imbau Pemkab Waspadai Bencana Alam
Jumat, 17 Desember 2010 02:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/12 (SIGAP) - Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengimbau pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam sebagaimana menimpa wilayah lain di tanah air.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Chris Hehanusssa, di Ambon, Kamis (16/12) mengatakan, imbauan Gubernur Ralahalu itu telah diteruskan ke sembilan Bupati dan dua Wali Kota di daerah ini.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat 19 gunung api di Indonesia dengan status Waspada (level II) dan 2 lainnya berstatus Siaga (level III).

"Jadi perlu adanya jalinan koordinasi instansi terkait guna memperoleh perkembangan aktivitas gunung api di Maluku," ujar Chris. Selain itu, lanjutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah pula mengeluarkan peringatan dini menyikapi perkembangan cuaca di Maluku, yang saat ini mengalami musim penghujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi di laut.

Menurutnya para Bupati dan Wali Kota perlu mengintensifkan pemantauan maupun pengawasan, selanjutnya melaporkan kepada Guberur Maluku dan instansi teknis guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam yang bisa menimbulkan korban jiwa dan harta.

Sementara itu, BPBD Maluku juga menyosialisasikan perkembangan prakiraan tinggi gelombang pada 15 hingga 19 Desember 2010 berkisar 2 - 5 meter. Laut Arafura tercatat tertinggi, yakni 4 - 5 meter berlaku pada 17 - 19 Desember 2010, selanjutnya laut Arafura bagian Utara, perairan Kei, laut Aru dan laut Banda bagian Selatan masing - masing 2 - 3 meter.

Chris mengatakan, pengguna jasa transportasi laut, kepala pelabuhan dan perusahaan pelayaran agar memperhatikan perubahan cuaca di jalur-jalur tersebut di atas dengan tidak memaksakan berlayar jika cuaca buruk.

Sementara itu, banyak nelayan Sendangbiru Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang beralih profesi karena tidak berani melaut akibat embusan angin dan ombak yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir ini.

Kepala Desa Tambakrejo yang berada di kawasan Pantai Sendangbiru Wikanto, Jumat (17/12) mengakui, sekitar 3 bulan terakhir ini banyak nelayan yang memarkir perahunya dan beralih profesi menjadi petani, tukang sayur, kuli bangunan atau tukang parkir.

"Bahkan tidak sedikit yang kembali ke kampung halamannya bagi nelayan yang berasal dari daerah lain. Tapi, bagi nelayan asli Sendangbiru, ya banyak yang beralih profesi sambil menunggu cuaca membaik," katanya menambahkan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita