Minggu, 27 Mei 2012
Kendal: Pemkab Progamkan Bebas Biaya Ibu Melahirkan
Kamis, 16 Desember 2010 23:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/12 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah menyusun program pembebasan biaya perawatan untuk ibu melahirkan di puskesmas guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di daerah itu.

"Pembebasan biaya itu untuk semua perempuan yang melahirkan baik mereka yang memegang kartu jaminan kesehatan maupun tidak" kata Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, di sela peresmian ruang VIP, Bedah Sentral, dan ICU Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal, di Kendal, Kamis.

Dirinya mengharapkan, program itu meningkatkan kontrol terhadap kesehatan ibu dan bayi sehingga angka kematian mereka dapat ditekan.

"Diharapkan pada 2011 program ini dapat direalisasikan di setiap puskesmas di kabupaten ini," katanya.

Pada kesempatan itu dirinya juga mengatakan, bahwa pemkab setempat mengupayakan peningkatan status dua puskesmas menjadi rumah sakit tipe D.

Dua puskesmas itu, katanya, adalah Puskesmas Boja dan Sukorejo.

Upaya peningkatan status itu menurutnya akan mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan terutama untuk masyarakat setempat.

"Tanpa perlu berobat keluar daerah karena sudah dapat dilayani di daerah itu, baik dari sisi pelayanan maupun fasilitas pengobatan terjadi peningkatan mutu layanan kesehatan," katanya.

Selama ini, katanya, cukup banyak warga setempat berobat ke rumah sakit di Parakan, Kabupaten Temanggung dan Rumah Sakit Tugu di Semarang karena fasilitas layanan kesehatan di daerah mereka relatif kurang memadai.

Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, Supriyantoro, mengatakan, program pembebasan biaya perawatan ibu melahirkan sebagai kebijakan nasional untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Upaya menurunkan angka kematian bayi ketika proses kelahiran, katanya, dibutuhkan penanganan dan pendampingan secara baik, sebelum dan sesudah kelahiran.

Program itu, katanya, mencakup empat kali kontrol sebelum proses kelahiran dan tiga kali kontrol setelah kelahiran, untuk melihat apakah ada kelainan dan apakah kebutuhan gizi terpenuhi.

"Hal ini harus dilakukan karena kematian bayi sering terjadi setelah proses kelahiran," katanya.

Seperti diberitakan dinkes.kendalkab.go.id, angka kematian ibu melahirkan dan bayi di daerah Kendal pada tahun 2009, masih tinggi. Dalam kurun tersebut, angka kematian bayi mencapai 106 orang, dan ibu mencapai 26 orang. Adapun penyebab kematian bayi yang dominan antara lain, berat badan saat dilahirkan di bawah standar.

Data 2009 menyebutkan, kematian ibu saat melahirkan, sebagian besar dikarenakan pendarahan. Angka kematian ibu dan bayi di Kendal berada pada peringkat kelima di Jateng. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita