Minggu, 27 Mei 2012
Lumajang: Abu Bromo Pengaruhi Aktivitas Warga Argosari
Kamis, 16 Desember 2010 06:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/12 (SIGAP) - Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Argosari, Martiam mengatakan, Abu vulkanik Gunung Bromo (2.392 mdpl) mulai memengaruhi aktivitas warga Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/12).

Dikatakan Martiam, sebagian warga Tengger di Desa Argosari tidak bercocok tanam di kebun atau ladang karena hujan abu vulkanik yang mengguyur desa setempat.

"Sebagian warga Tengger yang menjadi petani dan pedagang sayuran memilih diam di rumah dan tidak melakukan aktivitas menanam sayuran di kebun," tuturnya.

Menurutnya, hujan abu vulkanik Bromo cukup pekat mengarah ke Desa Argosari yang berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Gunung Bromo yang berada di Kabupaten Probolinggo.

"Hujan abu vulkanik di Desa Argosari terjadi sejak Sabtu (11/12), namun dua hari terakhir ini cukup pekat dan memengaruhi aktivitas warga Tengger yang khususnya berprofesi sebagai petani sayur," paparrnya.

Dirinya menjelaskan, hujan abu vulkanik cukup pekat pada Rabu (15/12) dengan jarak pandang sekitar 15 meter, sehingga warga harus berhati-hati saat melalui ruas jalan di desa setempat.

Martiam menambahkan, hujan abu Bromo turun secara merata di empat dusun di Desa Argosari yang meliputi Dusun Gedog, Argosari, Bakalan dan Pusung Dhuwur.

"Hujan abu terparah terjadi di Dusun Argosari dan Dusun Gedog, bahkan atap rumah warga Tengger yang berada di dua dusun itu tertutup abu vulkanik setebal 2 centimeter (cm) hingga 4 cm," katanya, menjelaskan.

Kendati demikian, lanjutnya, warga Tengger di Desa Argosari tidak panik akibat hujan abu vulkanik yang turun di desa setempat karena seluruh warga di lereng Gunung Bromo dan Semeru itu terbiasa dengan abu vulkanik.

"Tidak ada kepanikan dari warga, bahkan mereka tenang-tenang saja dan memilih diam di rumah," katanya, menambahkan.

Martiam mengatakan, sebanyak 4.500 masker sudah dibagikan kepada warga Desa Argosari sebanyak 3.372 orang atau 870 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat dusun setempat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam situsnya menyatakan bahwa status kegiatan Gunung Bromo diturunkan dari "Awas" (Level IV) menjadi "Siaga" (Level III) sejak 6 Desember 2010 pukul 12.45 WIB.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengimbau masyarakat mewaspadai guyuran hujan abu Gunung Bromo yang mengarah ke Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Kami mengimbau warga menggunakan masker, apabila keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor. Hujan abu vulkanik cukup tipis, sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang " kata Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Jember, Edi Budi Susilo, Kamis (16/12).

Hembusan abu vulkanik Gunung Bromo mengarah ke Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember, bahkan tercatat sedikitnya 14 kecamatan dari 21 kecamatan di Kabupaten Lumajang terkena abu vulkanik tersebut.

PVMBG menyebutkan, aktivitas kegempaan maupun visual erupsi Gunung Bromo masih berfluktuatif dengan kecenderungan mengalami penurunan.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, deformasi, dan potensi bahaya erupsi maka status kegiatan Gunung Bromo diturunkan dari "Awas" (Level IV) menjadi "Siaga" (Level III) sejak 6 Desember 2010 pukul 12.45 WIB.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita