Minggu, 27 Mei 2012
Di Bali Bulog Gelar Operasi Pasar Khusus
Selasa, 14 Desember 2010 08:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/12 (SIGAP) - Perum Bulog Divisi Regional Bali menggelar operasi pasar beras, khusus kepada masyarakat yang tergolong rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) penerima raskin Desember 2010.

Kepala Bulog Divisi Regional Bali, Tuti Sutiati di Denpasar, Selasa (14/12) mengatakan, operasi pasar khusus beras akhir tahun 2010 dilakukan secara tunai dengan harga Rp1.600 per kg atau sama dengan pembelian beras miskin.

Masyarakat yang berhak membeli beras murah tersebut sebanyak 134.384 rumah tangga sasaran penerima manfaat sebagai penerima raskin selama 2010 yang lokasinya tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

Menurut Tuti, operasi pesar beras khusus kepada masyarakat miskin ini dirasakan paling tepat, sebab masyarakat inilah yang memang memerlukan beras sebagai salah satu kebutuhan bahan pokok masyarakat.

Dirinya mengatakan, petugas Bulog Divisi Regional Bali akan merealisasikan operasi pasar khusus ini mulai minggu depan ke lokasi atau ke desa-desa yang tercatat memiliki masyarakat penerima beras mikin selama ini.

Mereka yang berhak menerima beras murah ini akan bisa membeli hanya 15 kg per rumah tangga, ini artinya Bulog harus menyiapkan beras murah sekitar 200 ton dan kegiatan itu akan mampu menstabilkan harga di pasaran.

Operasi pasar khusus kepada masyarakat miskin merupakan sasaran yang tepat jika dibandingkan kegiatan serupa dilakukan ke pasar-pasar, karena dikhawatirkan yang menikmati beras murah itu adalah para pedagang.

Tuti menyatakan, harga beras di pasaran bebas masih cukup stabil dan masih pada batas kewajaran sehingga tidak perlu adanya operasi pasar, wealau pun Bali kebanjiran turis luar dan dalam negeri di akhir tahun.

Persediaan beras di pasaran cukup memadai, karena perdagangan beras antarpulau dari Bali dengan daerah tetangga seperti Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup lancar sehingga persediaan beras tidak perlu dikhawatirkan.

Dirinya mengatakan, realisasi Raskin kepada masyarakat kurang mampu secara berkelanjutan, maka harga salah satu kebutuhan pokok rakyat selama 2010 di daerah kunjungan turis asing di Indonesia ini tetap stabil.

Sementara itu, berdasarkan pantauan SIGAP, kenaikan harga beras rata-rata Rp500 per kilogram dari harga sebelumnya di tingkat pengecer, belum diikuti operasi pasar di Makassar.

Informasi yang didapat, biasanya pada saat harga beras naik pada musim tanam, pihak pemerintah cepat turun-tangan melakukan operasi pasar. Namun hingga saat ini, belum ada operasi pasar padahal sudah cukup meresahkan masyarakat kalangan ekonomi lemah.

Menurut pedagang beras di Pasar Terong, Makassar H Mahmud, kenaikan harga beras itu karena persediaan beras yang didistribusikan pedagang pengumpul berkurang, sementara pemintaan tetap.

"Harga beras dari distributor naik Rp10 ribu untuk kemasan 25 kg. Sementara pasokan beras yang biasanya dua kali seminggu, kini tinggal sekali seminggu," katanya.

Harga beras kepala yang diatas kualitas medium, lanjut dia, saat ini dijual Rp7 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 6.500 per kg.

Sementara beras medium yang umum dikonsumsi masyarakat di daerah ini, semula hanya Rp5.500 per kg kini dijual Rp6.000 per kg. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita