Minggu, 27 Mei 2012
BPBD: Penanganan Tanggap Bencana di Sukabumi Siapkan Alat Berat
Senin, 13 Desember 2010 06:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/12 (SIGAP) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Feri Furqon kepada ANTARA di Sukanumi, Senin (13/12) mengatakan, BPBD menyiapkan alat berat untuk penanggulangan bencana yang muncul di daerah tersebut.

"Kami sudah menyediakan alat berat untuk penanggulangan bencana yang muncul di Sukabumi," katanya.

Alat berat tersebut berupa buldozer dan lainnya, disiagakan untuk memperbaiki daerah yang ketiban bencana seperti tanah longsor dan lain-lain.

Dikatakan, penyediaan alat berat dilakukan pihaknya sehubungan sejak beberapa pekan ini cuaca berlangsung dengan cukup ekstrem dan telah menyebabkan terjadi longsor di beberapa daerah.

Bencana antara lain telah memutuskan jembatan penghubung antara Kota dan Kabupaten Sukabumi di Desa Karawang, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. "Cuaca saat ini memang cukup ekstrem dan berpotensi terjadi bencana," jelasnya.

Feri menambahkan, selain menurunkan alat berat, pihaknya juga menugaskan para satuan pelaksana di daerah untuk selalu tanggap bencana dan segera melaporkan apabila terjadi bencana di daerah.

"Dengan kondisi cuaca yang seperti ini para satlak harus lebih siaga," ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Seketaris BPBD Sukabumi Tito menyebutkan, hampir semua kecamatan di Sukabumi tergolong daerah rawan bencana, baik banjir maupun tanah longsor dan angin puting beliung.

Dikatakan, untuk daerah rawan longsor ada di enam titik, seperti di Kecamatan Cikembar, Parakansalak, Cibadak, Parungkuda, Nyalindung dan Cicurug.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dengan kondisi cuaca yang seperti ini. Curah hujan yang cukup tinggi bisa menyebabkan bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.

"Kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk selalu siaga dan hati-hati, apalagi saat turun hujan deras," ujarnya mengimbau.

Dirinya mengatakan, untuk membantu korban bencana pihaknya juga telah menyiapkan sembilan bahan pokok (sembako), peralatan tidur dan mandi serta perlengkapan lainnya.

"Jika terjadi bencana, warga kami minta segera dapat melaporkan, sehingga bantuan bisa segera turun," kata Tito. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita