Minggu, 27 Mei 2012
BAPPEDA: Ratusan Desa Di Bengkulu Masih Tertinggal
Minggu, 12 Desember 2010 13:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/12 (SIGAP) - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah Achmadi Hamza, Minggu (12/12) mengatakan, ratusan desa yang berada di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu hingga saat ini masih berstatus tertinggal kendati sudah menjadi kabupaten defenitif dua tahun lalu.

Seperti diketahui Bengkulu Tengah memiliki 134 desa. Dari jumlah itu 108 desa berstatus tertinggal. Desa tertinggal tersebut banyak berada di daerah pegunungan.

"Kita mendata sebanyak 108 desa tertinggal 58 desa diantaranya sangat tertinggal. Tentunya hal tersebut membutuhkan kerja keras untuk meningkatkan taraf kesejahteraan warga masyarakat di daerah ini," katanya.

Desa tertinggal itu sudah banyak mengalami peningkatan namun tidak serta merta dapat meningkatkan pembangunan dan perekonomian secara cepat dengan ukuran waktu dua tahun. Untuk menuju semua itu memerlukan waktu, karena kabupaten ini baru berusia dua tahun defenitif yang selama ini menginduk Kabupaten Bengkulu Utara.

Dirinya mengatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan pembangunan di desa tersebut pemerintah daerah ini sudah mendatangkan banyak kemajuan dengan bantuan pemerintah pusat seperti dana alokasi khusus yang bersifat bantuan sosial dari Kementerian Pembangunan Daerah Tinggal (PDT).

Pada 2010 Kabupaten Bengkulu Tengan sdah mendapat bantuan pembangunan desa tertinggal itu mencapai nilai Rp2,7 miliar, dengan membangunan saran umum untuk membuka wilayah desa tersebut, pembangunan dengan menyentuh sarana pendidikan, kesehatan, jalan lingkungan serta pembangunan saran umum lainnya yang bermafaat bagi masyarakat sekitar itu.

Menurutnya, bantuan dana pembangunan desa tertinggal selama ini langsung menyentuh kebutuhan darah itu sehingga dapat meningkatkan tarap kesejahteraan masyarakat sekitar dan umumnya Provinsi Bengkulu.

Koordinator Provicial Management Consultan (PMC) Provinsi Bengkulu Arsyad Abdullah mengatakan, Pembangunan itu untuk membuka isolasi desa tertinggal sehingga dapat bangkit menjadi desa berkembang dan mandiri.

Dirinya mengatakan, program P2DTK di Bengkulu telah menyentuh tiga daerah kabupaten yakni Bengkulu Selatan, Kepahiang dan Kabupaten Seluma, dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan desa, kesehatan serta pendidikan, tetapi kegiatan banyak menitik beratkan pada fisik jalan desa.

Pelaksanaannya membuka jalan desa, membangun jembatan serta pemasangan gorong-gorong dan pembuatan selokan, dengan tujuan dapat menciptakan desa tersebut menjadi lingkungan yang sehat.

Sehingga pembangunan tersebut mampu mensejahterakan masyarakat disejumlah desa tertinggal di Provinsi Bengkulu, dirinya mencontohkan, di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu terdapat 99 desa tertinggal melalui pelaksanaan program itu dapat meningkatkan status desa tersebut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita