Minggu, 27 Mei 2012
Mentawai: Huntara Diperkirakan Tidak Selesai Sebelum Natal
Sabtu, 11 Desember 2010 17:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/12 (SIGAP) - Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Edison Seleleu Baja, di Padang, Rabu (8/12) mengatakan, hunian sementara bagi korban gempa 7,2 skala Richter disertai tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, 25 Oktober 2010 diperkirakan tidak akan selesai menjelang Natal.

"Kita memperkirakan hunian sementara (huntara) yang diperuntukkan bagi warga Kepulauan Mentawai tidak akan mampu diselesaikan sebelum Natal, dan masyarakat akan merayakan Natal di tenda darurat," kataEdison Seleleu Baja.

Dirinya menambahkan, saat ini masih ada huntara yang direncanakan bisa selesai sebelum Natal tersebut, realisasinya masih nol persen di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Perkiraan molornya pengerjaan huntara tersebut disebabkan berbagai hal mulai dari kendala cuaca yang berubah-ubah, hingga ketersediaan tenaga untuk pengerjaan bangunan huntara tersebut.

"Masalah yang terjadi dalam pembangunan huntara saat ini tidak hanya karena ketersediaan kayu, namun juga cuaca yang tidak bersahabat, serta kekurangan tenaga tukang untuk mendirikan bangunan tersebut," kata Edison.

Dirinya menambahkan, sebagian kecil pembangunan huntara memang sudah dikerjakan, namun masih banyak yang belum dikerjakan sama sekali sehingga memang diperkirakan warga Mentawai akan melewati malam natal di tenda-tenda pengungsian.

"Kita juga baru mengantongi surat izin penebangan kayu di HPH dari menteri kehutanan, sehingga pelaksanaan penebangan kayu juga baru dilaksanakan," jelasnya.

Meski tidak yakin dengan target penyelesaian sebelum Natal 25 Desember 2010, namun pengerjaan tetap dilaksanakan secepatnya untuk kebutuhan masyarakat.

"Kita akan berupaya secepatnya agar dapat menyelesaikan huntara tersebut, meski mungkin memang tidak bisa selesai sebelum natal," katanya.

Huntara yang akan dibangun di Kabupaten Kepulauan Mentawai berjumlah 516 unit itu, dan diperkirakan butuh kayu sebanyak 4.144 meter kubik, dimana setiap satu unit huntara membutuhkan kayu sekitar delapan meter kubik. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita