Minggu, 27 Mei 2012
Pasca Erupsi: PMI Bantu Pengadaan Air Bersih Korban Merapi
Sabtu, 11 Desember 2010 17:11
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/12 (SIGAP) - Palang Merah Indonesia (PMI) akan membantu pengadaan dan penyaluran air bersih sebanyak satu juta liter per hari bagi warga korban bencana erupsi Gunung Merapi.

Demikian dikatakan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla di Yogyakarta, Sabtu (11/12). Menurut Yusuf Kalla, pengadaan air bersih dan sanitasi sangat diperlukan bagi korban Merapi karena minimnya ketersediaan air bersih akibat rusaknya sumber air oleh letusan gunung berapi tersebut.

Yusuf Kalla menambahkan, pada pencanangan partisipasi PMI dalam pemulihan dini pascabencana erupsi Gunung Merapi, sejak terjadi bencana letusan gunung tersebut PMI sudah membantu penyaluran air bersih sebanyak 200.000 liter per hari.

"Namun, mulai saat ini akan kami tingkatkan menjadi satu juta liter per hari. Pelayanan air dan sanitasi oleh PMI telah dijalankan sejak Desember 2010 dan rencananya akan berlangsung selama tiga bulan," kata mantan Wakil Presiden itu.

Dirinya mengatakan, pelayanan tersebut akan menjangkau empat kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) yang terkena bencana erupsi Merapi. Empat kabupaten itu adalah Kabupaten Sleman, DIY, serta Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Magelang, Jateng.

"Air bersih merupakan kebutuhan utama, sehingga ketersediaannya untuk memenuhi kebutuhan sangat mendesak. Oleh karena itu, pengadaan air bersih lebih cepat lebih baik," katanya.

Menurutnya, PMI juga memberikan bantuan sebanyak 10.000 drum untuk tandon air. Setiap kepala keluarga akan mendapatkan bantuan satu drum berkapasitas 320 liter air.

Satu drum air tersebut diperkirakan bisa digunakan selama tiga hingga empat hari, sehingga setiap tiga hari sekali akan ada mobil tangki air yang mengisi drum-drum tersebut.

"PMI bekerja sama dengan PT Toyota Indonesia juga memberikan bantuan sebanyak 34 mobil tangki air, sembilan alat produksi air, dan 25 pompa air penguras sumur. PMI juga membantu pembersihan lingkungan dengan memberikan bantuan masing-masing 100.000 cangkul dan sekop," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, dirinya puas dengan peran yang dilakukan PMI dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi.

"Saya puas, bukan karena Jusuf Kalla yang menjadi Ketua Umum PMI, tetapi tanpa saya minta, PMI tahu apa yang kami butuhkan, yakni menyediakan air bersih karena warga tidak bisa menggunakan air akibat banyak sumur atau sumber air yang rusak pascaerupsi Merapi," katanya.

Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) memberikan bantuan sebesar tiga juta dolar AS bagi korban letusan Gunung Merapi.

"ADB akan berbuat apa pun yang bisa dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah (Indonesia) dalam menyediakan shelter( pemukiman, red) temporer dan kebutuhan penting lainnya yang dibutuhkan," kata Presiden ADB Haruhiko Kuroda dalam rilis ADB yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/12).

Bantuan ADB itu juga akan digunakan antara lain untuk menormalisasi fasilitas publik seperti sekolah, tempat pelayanan kesehatan, infrastruktur air dan sanitasi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita