Minggu, 27 Mei 2012
BKP: NTB Terus Lakukan Diversifikasi Pangan Lokal
Sabtu, 11 Desember 2010 16:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/12 (SIGAP) - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Nusa Tenggara Barat terus berupaya melakukan diversifikasi pangan lokal bergizi seimbang dan aman berbahan baku non terigu dan non beras sebagai implementasi dari program diversifikasi pangan.

"Salah satu upaya yang kami lakukan terkait program diversifikasi pangan lokal itu adalah dengan merangsang ibu-ibu anggota Tim Penggerak PKK Provinsi dan kabupaten/kota se-NTB untuk ikut lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA)," kata Kepala BKP Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Husnanidiaty Nurdin, di Mataram, Sabtu (11/12).

Di sela-sela kegiatan lomba cipta menu B2SA dan kudapan berbasis pangan lokal non beras dan non terigu, dirinya mengatakan, diversifikasi pangan lokal itu dilakukan dengan mengoptimalkan peran kaum ibu sebagai salah satu strategi mewujudkan program penganekaragaman konsumsi pangan menuju ketahanan pangan nasional.

Dirinya mengatakan, kaum perempuan memegang peranan penting dalam menyukseskan program penganekaragaman konsumsi pangan karena posisinya yang strategis dalam mengatur menu makan di dalam rumah tangga.

Oleh sebab itu, Husnanidiaty juga mengharapkan resep menu B2SA dan kudapan berbasis pangan lokal non beras dan non terigu yang dilombakan tidak hanya dipraktekkan sendiri, tetapi disebarkan kepada masyarakat, sehingga ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai makanan pokok bisa dikurangi.

"Ketergantungan masyarakat NTB terhadap pangan dari beras saat ini masih cukup tinggi dan berada pada posisi kedua dari 33 provinsi di Indonesia. Begitu juga dengan impor tepung terigu untuk bahan baku kue.

"Karena itu kami berharap peran kaum perempuan bisa mengurangi konsumsi beras dan penggunaan tepung terigu pada jajanan. Gunakan bahan baku umbi-umbian atau jagung yang harganya relatif murah tapi bergizi dan aman," kata Husnanidiaty.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Rabiatul Adawiyah (istri Gubernur NTB) mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya mempromosikan pangan lokal di daerah ini tidak saja di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional.

"Komitmen Tim Penggerak PKK se-NTB adalah mendukung program penganekaragaman konsumsi pangan menuju ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Lomba cipta menu B2SA dan kudapan berbasis pangan lokal non beras dan non terigu diikuti oleh 20 peserta dari Tim Penggerak PKK Provinsi NTB dan kabupaten/kota serta Dharma Wanita dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dari lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Khusus untuk juara I lomba cipta menu B2SA, diraih oleh Tim Penggerak PKK Kota Bima, disusul juara kedua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa dan juara tiga Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur.

SIGAP mencatat, membangun diversifikasi konsumsi pangan telah dilaksanakan sejak tahun 60-an. Saat itu pemerintah mulai mengajurkan konsumsi bahan pangan pokok selain beras. Kemudian di akhir Pelita I (1974), secara eksplisit pemerintah menacangkan kebijaksanaan diversifikasi pangan melalui Inpres No. 14 tahun 1974 tenatang Perbaikan Menu Makanan Rakyat (UPMMR), dan disempurnakan melalui Inpres No. 20 tahun 1979.

Maksud dari instruksi tersebut adalah untuk lebih menganekaragamkan jenis pangan dan meningkatkan mutu gizi makanan rakyat baik secara kualitas maupun kuantitas sebaga usaha untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Namun dalam perjalanannya, tujuan diversifikasi pangan lebih ditekankan sebagai usaha untuk menurunkan tingkat konsumsi beras. Pasalnya, diversifikasi konsumsi pangan hanya diartikan pada penganekaragaman pangan pokok. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita