Minggu, 27 Mei 2012
Bakesbangpolinmas: Lombok Tengah Rawan Bencana Banjir Dan Longsor
Jumat, 10 Desember 2010 09:59
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/12 (SIGAP) - Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Kabupaten Lombok Tengah H Lalu Ikhwan Ridwan di Praya, Jum’at (10/12) mengatakan, sebagian wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat rawan terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor karena kondisi wilayahnya yang berbukit dan dataran rendah.

Dirinya mengatakan, bencana tanah longsor di bagian utara Lombok Tengah cukup tinggi karena struktur tanahnya labil, sementara di wilayah selatan dan tengah rentan banjir karena datarannya rendah.

"Karena itu mengimbau masyarakat untuk waspada terlebih lagi saat masuk musim hujan. Kami minta masyarakat waspada terhadap gejala alam pada musim hujan sekarang ini," katanya.

Beberapa kali bencana alam, seperti tanah longsor, banjir bandeng dan angin puting beliung melanda daerah ini, karena itu seluruh warga tetap berhati-hati dan waspada.

"Sejak dini kita harus mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana itu, jangan sampai setelah terjadi barulah kita menyesal, ujarnya.

Salah satu cara untuk menceha terjadinya musibah itu adalah dengan tidak menebang penebangan pohon di hutan atau di tanah yang labil. Selain itu juga segera mengungsi jika ada gejala akan terjadi tanah longsor atau banjir.

Dirinya juga mengimbau seluruh masyarakat untuk proaktif melaporkan setiap kejadian bencana alam yang terjadi di sekitar.

"Kami juga minta agar kepala desa, kepala dusun dan camat untuk segera melaporkan kejadian itu ke Bakesbangpolinmas agar segera mendapatkan penanganan.

Dirinya mengakui selama ini informasi mengenai bencana banjir atau tanah longsor dari kepala desa maupun masyarakat sering terlambat karena itu kedepan laporan mengenai bencana tersebut hendaknya lebih cepat disampaikan.

"Penyampaian informasi yang cepat setidak tidaknya akan bisa mengurangi dampak dari musibah itu," katanya. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita