Minggu, 27 Mei 2012
Seluruh Sukarelawan Tagana Ditarik Dari Bromo
Jumat, 10 Desember 2010 03:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/12 (SIGAP) – Menyusul penurunan status gunung Bromo dari Awas (level IV) menjadi Siaga (level III), semua sukarelawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) ditarik dari lokasi di perbatasan Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Kepala Bidang Data, Informasi, dan Komunikasi Tagana Jatim, Ibrahim Dasilva, kepada wartawan di Surabaya, Kamis (9/10)  mengatakan, setelah dua pekan bertugas di Bromo, semua personel Tagana dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing seiring dengan penurunan status Bromo.

Tagana yang bertugas di Bromo sejak berstatus Awas pada 23 November 2010 berasal dari Probolinggo, Pasuruan, dan Malang.

Selama berstatus Awas, mereka turut membagikan masker kepada warga yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Bromo, menyiapkan lokasi pengungsian, dan menjaga kawasan lautan pasir sebagai daerah terlarang.

Penarikan personel Tagana juga diikuti dengan penarikan peralatan dapur umum yang sebelumnya berada di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Setelah menyandang status Awas selama 14 hari, Gunung Bromo diturunkan statusnya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjadi Siaga pada Senin (6/12).

Selanjutnya Tagana Jatim akan berkonsentrasi membantu penanganan korban banjir di Bojonegoro dan Lamongan akibat meluapnya Bengawan Solo.

"Untuk mengoptimalkan penanganan bencana, kami kerahkan personel Tagana dari daerah setempat karena saat ini di beberapa daerah juga terjadi bencana," kata Ibrahim.

Dirinya juga menyebutkan, sampai saat ini, ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro berangsur-angsur surut hingga mencapai 14,06 meter atau berstatus Siaga II.

Namun, dirinya meminta masyarakat tetap mewaspadainya karena luapan air sungai sudah mulai menggenangi areal persawahan warga.

Tagana Jatim juga telah siap mengirimkan perahu karet dan peralatan evakuasi lainnya. Bantuan bahan makanan juga telah disiapkan di beberapa gudang, termasuk gudang milik Pemkab Bojonegoro. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita