Minggu, 27 Mei 2012
NTT: Petani Disarankan Tanam Benih Hibrida
Kamis, 09 Desember 2010 11:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/12 (SIGAP) - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Saverius Banggung di Kupang, Kamis (9/12), memberi saran kepada petani di wilayah ini untuk prioritas menanam benih padi dan jagung jenis hibrida karena lebih berorientasi pasar.

Dirinya mengatakan, berdasarkan data pilihan jenis benih jagung di NTT, ada tiga jenis benih yang setiap tahun ditanam petani yaitu jenis lokal, komposit, dan hibrida.

"Jagung jenis lokal dan komposit difokuskan untuk ketahanan pangan dan sebagian kecilnya untuk agrobisnis," katanya.

Sedangkan jenis hibrida difokuskan untuk dijual termasuk didalamnya memenuhi kebutuhan akan pakan ternak dan kebutuhan lain.

Saverius menambahkan, untuk kebutuhan akan benih jagung jenis hibrida pemerintah melalui program intensifikasi pertanian telah mengadakan dan meyalurkan benih jagung sebanyak 82.000 kilogram untuk ditanam di 7.000 hektare lahan milik petani NTT.

"Pengadaan benih jagung untuk kebutuhan petani lahan kering di 17 kabupaten dalam wilayah Nusa Tenggara Timur pada musim tanam 2010, menghabiskan anggaran sekitar Rp5,3 miliar lebih," katanya.

Dana ini katanya diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) I Provinsi NTT yang dialokasikan pada tahun anggaran 2010.

Dari total dana Rp5,3 miliar itu, petani di zona Timor kebagian Rp2,4 miliar lebih, menyusul zona Sumba Rp884 juta lebih dan akhirnya zona Flores dengan anggaran mencapai Rp2 miliar lebih.

"Anggaran ini telah digunakan untuk membeli benih jagung untuk petani di zona Flores 116 ton, Sumba 44 ton dan Timor 120 ton yang selanjutnya ditanam pada pada lahan seluas 7.000 ha," katanya.

Total lahan sekitar 7.000 ha itu tersebar di sekitar 2.900 ha ada di zona Flores, 1.100 ha di zona Sumba dan sekitar 3.000 ha ada di zona Timor yang didalamnya termasuk Kabupaten Alor, Sabu Raijua dan Rote Ndao.

Dirinya mengatakan, saat ini distribusi benih jagung oleh pihak ketiga ke para petani di wilayah-wilayah tersebut yang dibiaya APBD I itu sedang berlangsung dan diharapkan pada minggu ketiga bulan November 2010 sudah diterima petani untuk persiapan tanam.

Menurutnya, varietas benih yang diinginkan para petani juga berbeda-beda seperti untuk petani di zona Timor lebih menghendaki benih jagung lamuru dan sebagiannya varietas Bisma, petani di zona Sumba dan Flores lebih memilih benih jagung varietas Surya produksi PT Bissi Jawa Timur.

Stok benih jagung tersebut akan ditambah dengan benih yang sebelumnya telah didistribusikan mitra kerja Distanbun NTT, yaitu Perseroan Terbatas Pertani Cabang Nusa Tenggara Timur menyalurkan bibit padi dan jagung Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) bantuan pemerintah pusat ke petani di 18 kabupaten/kota dalam wilayah kepulauan ini untuk musim tanam 2010.

BLBU itu terdiri dari benih padi sekitar 1.055 ton lebih dan benih Jagung Hibrida sekitar 76,05 ton lebih.

Untuk benih padi dibagi atas Padi Hibrida 45 ton, Padi non Hibrida 823,75 ton dan padi lahan kering sebanyak 187,5 ton.

Pernyaluran benih padi dan jagung unggul melalui program Bantuan Langsung Benih Unggul ini bertujuan membantu petani meningkatkan produksi hasil panen.

"Program tersebut bertujuan untuk membantu para petani mendapatkan benih unggul sehingga mampu meningkatkan produksi panen yang baik," katanya.

Dirinya mengatakan, bantuan 1.055 ton lebih padi itu dibagikan kepada petani ladang maupun petani padi sawah di 18 kabupaten/kota sesuai dengan permintaan petani berdasarkan lokasi yang disiapkan dan karakteristik wilayah masing-masing yang dimiliki," katanya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan permintaan yang masuk, sejak Juli hingga Oktober 2010 saat ini, benih padi dan jagung Hibrida disalurkan ke Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU) Timor Tengah Selatan (TTS), Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Alor, Rote Ndao, Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka dan Kota Kupang.

Berdasarkan catatan SIGAP, hibrida (hybrid) adalah individu hasil perkawinan secara alami atau sengaja antara dua jenis tumbuhan dalam satu famili, baik antar marga maupun antar jenis dalam satu marga sehingga memunculkan sifat-sifat unggul. Jadi benih hibrida merupakan benih hasil persilangan antara dua varietas tanaman sejenis yang berbeda sifat induknya untuk didapatkan sifat unggul dari masing-masing induknya.

Salah satu kelebihan benih hibrida yang selalu ditonjolkan dibandingkan benih OP adalah superioritasnya dalam hal vigor atau pertumbuhan. Bukan rahasia lagi bila benih hibrida memiliki vigor lebih baik, dan dapat menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan dan waktu panen yang lebih seragam.

Navazio dalam sebuah situs nationalgarden.com manambahkan bahwa benih hibrida memiliki vigor yang lebih kuat dan mampu hidup dengan baik pada kondisi klimatologi yang lebih luas. Dengan kata lain, benih hibrida memiliki kemampuan untuk adaptasi luas baik itu dalam hal iklim maupun kondisi tanah tertentu. Saat ini beberapa jenis tanaman sayuran sudah banyak yang hibrida dengan berbagai sifat unggulnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita