Minggu, 27 Mei 2012
Kampaye “Indonesia Menanam” di Kabupaten Sleman
Kamis, 09 Desember 2010 10:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/12 (SIGAP) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (9/12) menggelar kampanye "Indonesia Menanam" di Lapangan Jangkang, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak.

Kegiatan kampanye "Indonesia Menanam" tersebut diikuti Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan Kabupaten Sleman dan berbagai elemen masyarakat termasuk Karang Taruna, kalangan pendidikan, Pramuka dan dalam kesempatan ini mereka menanam berbagai jenis pohon yang berjumlah 1.250 batang pohon.

Kepala Bidang Penataan dan Perlindungan Hutan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Daerah Istimewa Yogyakarta Parwidi mengatakan, Hutan Indonesia seluas 120,35 juta hektare merupakan kelompok hutan tropis yang besar di dunia.

"Hutan tropis di Indonesia ini mempunyai fungsi utama paru-paru dunia serta dianggap signifikan mempengaruhi iklim dunia," katanya.

Menurutnya, beberapa dekade terakhir ini sumber daya hutan telah menjadi modal utama pembangunan ekonomi nasional yang memberi dampak positif antara lain terhadap peningkatan devisa, penyerapan tenaga kerja dan mendorong pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi.

"Kerusakan hutan terlihat dari laju deforestasi hutan selama sepuluh tahun terakhir diperkirakan semakin cepat," katanya.

Dirinya mengatakan, untuk menghambat laju dari deforestasi adalah menanamkan kepedulian masyarakat untuk gemar menanam.

"Dengan adanya kesadaran masyarakat ini diharapkan di waktu mendatang dapat melakukan penghijauan secara swadaya sebagai bagian dari penyelamatan sumber daya alam hutan, tanah dan air," katanya.

Parwidi mengatakan, dengan adanya gerakan moral kampanye "Indonesia Mananam" ini diharapkan mampu untuk menanamkan rasa cinta pohon dan lingkungan pada masyarakat.

"Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya bahwa Pemkab Sleman telah melaksanakan program Kampanye "Indonesia Menanam", katanya.

Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mengatakan, pengelolaan lingkungan hidup sebagai budaya masyarakat dan upaya untuk menanamkan kepedulian pengelolaan lingkungan hidup sejak dini pada anak-anak.

"Salah satunya melalui pendampingan pada setiap sekolah untuk melaksanakan kegiatan Sekolah Berbudaya Lingkungan atau adiwiyata, dengan kesadaran lingkungan yang tertanam sejak dini maka diharapkan kemudian hari akan tercipta harmoni hidup antara masyarakat dan lingkungan," katanya.

Dirinya mengatakan, kampanye ini juga merupakan momentum yang tepat untuk mempercepat penghijauan kembali di lereng Gunung Merapi yang rusak akibat terkena dampak erupsi Gunung Merapi.

"Ini memerlukan perhatian kita semua, saat ini Pemkab Sleman sedang berupaya pemulihan kawasan lereng Merapi, upaya pemulihan ini tidak dapat hanya dilakukan Pemkab Sleman, tetapi memerlukan kerja sama dan dukungan semua pihak," katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP, hutan-hutan Indonesia menyimpan jumlah karbon yang sangat besar. Menurut FAO, jumlah total vegetasi hutan di Indonesia menghasilkan lebih dari 14 miliar ton biomassa, jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia, dan setara dengan sekitar 20% biomassa di seluruh hutan tropis di Afrika. Jumlah biomassa ini, secara kasar menyimpan sekitar 3,5 miliar ton karbon.

Mengingat penebangan hutan yang sudah berlangsung secara ekstensif di Indonesia, sementara hutan yang ditanami kembali sangat terbatas, kemungkinan besar perubahan tutupan lahan ini justru lebih banyak menghasilkan karbon daripada menyimpannya, sehingga memberikan andil terhadap pemanasan global. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita