Minggu, 27 Mei 2012
Bengkulu: Pembagian Traktor Tangan Untuk Swasembada Pangan
Kamis, 09 Desember 2010 10:11
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/12 (SIGAP) - Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu menyatakan, pembagian traktor tangan gratis sebanyak 3.347 unit kepada kelompok tani di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu bertujuan mewujudkan swasembada pangan tercapai.

"Pembagian traktor tangan gratis untuk mewujudkan swasembada pangan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Bengkulu, Mukhlis Ibrahim di Bengkulu, Kamis (9/12).

Bantuan traktor tangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi padi Bengkulu sebesar 5,3 persen pada tahun 2010 dari 500 ribu ton produksi pada 2009.

Traktor tangan tersebut diberikan secara gratis kepada kelompok tani dengan komitmen akan meningkatkan produksi areal persawahan mereka.

"Ada perjanjian peningkatan produksi padi dari kelompok tani, dan kalau dalam satu tahun tidak ada peningkatan maka traktor tangan akan dialihkan kepada kelompok lain," katanya.

Pembagian tahap pertama sudah direalisasikan pada Agustus dan September 2010 sebanyak 3.000 unit dan dalam waktu dekat akan dituntaskan dengan membagi 347 unit yang tersisa.

Kelompok tani penerima traktor tangan gratis, kata dia, harus memiliki lahan sendiri dengan luas minimal 10 hektare.

Dirinya mengatakan, traktor tangan sebanyak 3.400 unit senilai Rp75 miliar tersebut masih minim jika dibandingkan luas areal pertanian di Provinsi Bengkulu yang mencapai 120 ribu hektare.

"Jika disesuaikan dengan luas areal pertanian maka petani kita membutuhkan 120 ribu traktor tangan dan kami akan mengadakan secara bertahap," katanya.

Sebelum membagikan traktor tangan tersebut Distan Provinsi Bengkulu telah melakukan survei dan verifikasi terhadap kelompok tani calon penerima traktor tersebut.

Dalam catatan SIGAP, mekanisasi pertanian ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi.

Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efesiensi, efektifitas, produktifitas, kualitas hasil, dan megurangi beban kerja petani. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita