Minggu, 27 Mei 2012
Jakarta: Koridor IX Dan X Beroperasi Akhir Desember
Kamis, 09 Desember 2010 09:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/12 (SIGAP) - Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan koridor X (Tanjung Priok-Cililitan) dioperasikan akhir Desember karena pengadaan 94 bus Transjakarta untuk kedua koridor itu telah dirampungkan.

"Perakitan fisik 94 bus Transjakarta untuk Koridor IX dan X sudah rampung. Sekarang bus-busnya masih ditaruh di Balaraja, Tangerang, dan Sentul," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono ketika ditemui di Halte Dukuh Atas II, Jakarta, Kamis (9/12).

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo melakukan sidak ke jalur busway koridor I (Blok M-Kota) yang sedang mengalami perbaikan dan koridor IX yang dalam tahap persiapan pengoperasian.

Sementara itu, dari 94 bus yang akan dioperasikan di koridor IX, sebanyak 25 bus adalah bus gandeng (articulated) dan 69 bus tunggal.

Pristono menyebut penyelesaian pengadaan bus itu lebih cepat dari perkiraan semula pada pertengahan Desember 2010.

Sementara pengurusan surat administrasi seperti KIR, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan surat lainnya juga telah selesai.

"Pokoknya 94 bus itu tinggal jalan. Begitu juga dengan halte dan jalurnya sudah selesai diperbaiki," ujar Pristono.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo direncanakan menguji coba dua koridor itu setelah 15 Desember.

Dua perusahaan yang memenangi tender pengadaan fisik armada busway adalah PT Korindo yang merakit sebanyak 69 bus tunggal dan PT Asian Auto International yang merakit 25 bus gandeng.

Bus-bus yang akan digunakan untuk kedua koridor itu memiliki warna jingga dan merah seperti bus yang dioperasikan di koridor I.

"Dari hasil survei, penumpang lebih memilih warna cerah ini karena akan lebih mudah mendeteksinya. Bus di koridor lain juga akan dicat dengan warna ini," papar Pristono.

Bus tunggal yang dilengkapi dengan pintu lipat itu berkapasitas 85 orang yakni 32 tempat duduk dan 53 orang berdiri sedangkan bus gandeng memiliki kapasitas daya tampung penumpang sebanyak 160 orang yaitu 41 tempat duduk dan 119 orang berdiri.

Dalam catatan SIGAP, berdasarkan analisis Unit Kerja Presiden segera dirumuskan 17 jurus untuk mengatasi kemacetan di Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan mengatasi penambahan Bus Rapid Transit (BRT) dikembangkan di Jakarta dengan membangun Bus Only Lane (Busway) di beberapa koridor utama di Jakarta.

Busway dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum dan mampu menarik pengguna kendaraan pribadi. Perilaku yang tidak benar dalam berlalu lintas merupakan salah satu sumber kemacetan. Electronic Road Pricing (ERP) dapat menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mengatasi kemacetan. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita