Minggu, 27 Mei 2012
Sebanyak 99 Desa Di Ende Belum Nikmati Listrik
Kamis, 09 Desember 2010 09:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/12 (SIGAP)- Asisten Tata Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Ende Abdul Syukur di Ende, Kamis (9/12) mengatakan, sebanyak 99 dari 210 desa di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga kini belum menikmati listrik.

"Ini berarti pembangunan kelistrikan di kabupaten ini belum merata sampai ke desa," katanya saat membuka kegiatan sosialisasi dan konsultasi aparat pemerintah daerah dalam rangka studi kelayakan dan pemanfaatan panas bumi.

Menurutnya, hal itu terjadi karena terbatasnya energi listrik yang dimiliki PT PLN (Persero) Cabang Flores Bagian Barat.

Karena itu, pemerintah daerah mendukung upaya pengelolaan potensi panas bumi di wilayah ini untuk mengatasi krisis listrik di Pulau Flores dan sekitarnya.

Abdul Syukur menambahkan Kabupaten Ende memiliki 5 lokasi panas bumi yakni Komandaru, Detusoko, Sokoria, Jopu, dan Lesugolo.

"Harapan kita, potensi panas bumi yang ada ini, bisa diusahakan untuk mengatasi krisis listrik di Pulau Flores dan sekitarnya," katanya.

Dirinya mengatakan, dari aspek lingkungan usaha energi panas bumi cukup ramah lingkungan, dan tidak sama dengan usaha pertambangan lainnya.

Usaha panas bumi, katanya, juga memberikan dampak kemajuan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya, karena dengan ketersedian energi listrik yang memadai, masyarakat dapat mengembangkan industri skala kecil.

Meskipun upaya pengelolaan energi panas bumi di kabupaten itu semuanya masih dalam tahap eksplorasi, Abdul Syukur berharap bisa ditingkatkan sampai tahap eksploitasi.

Selain memiliki potensi panas bumi, di Kabupaten Ende juga sedang dibangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) atau menggunakan tenaga air.

Dirinya mengatakan, PLTM ini berlokasi di Desa Ndungga, Kecamatan Ndona, dan sekarang sudah dimulai dengan membuka lokasi.

"Sementara itu proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Ropa di Kecamatan Maurole direncanakan akan dilakukan uji coba pada akhir 2010," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan SIGAP, sebanyak 122.972 dari 226.029 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini juga belum menikmati penerangan listrik.
Namun, di tahun 2010 Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lebak akan memprogramkan jaringan listrik masuk desa.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lebak, Nana Sunjana,  warga yang belum tersentuh penerangan listrik itu karena berbagai faktor, antara lain tidak memiliki jaringan listrik dan kondisi tofografi berbukit terjal serta pegunungan.

Faktor lainya, katanya, warga tinggal di wilayah terisolir sehingga menyulitkan bagi pemasangan akses jaringan listrik karena belum adanya sarana jalan.

Karena itu, pemerintah daerah tahun ke tahun terus berupaya melalui program listrik masuk desa dan diharapkan mereka dapat menikmati penerangan listrik.

Lebih lanjut Nana mengatakan, pemerintah daerah tahun ini membangun prolides di lima desa, seperti Desa Cihara, Pasir Kupa, Parung Kujang, Cibadak, dan Cijengkol.

Selain itu juga, ada yang dilaksanakan kegiatan melalui Dinas Pertambangan dan Energi Pemerintah Provinsi Banten.

"Kami targetkan 10 tahun mendatang semua desa sudah menikmati penerangan listrik," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita