Minggu, 27 Mei 2012
Kesbanglinmas: Total Kerugian Akibat Erupsi Merapi Capai Rp95,5 Miliar
Kamis, 09 Desember 2010 05:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/12 (SIGAP) - Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan total kerugian sementara akibat erupsi Gunung Merapi di kabupaten itu diperkirakan mencapai Rp95,5 miliar.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kulon Progo Riyadi Sunarto, di Wates, Rabu (8/12) mengatakan, data kerugian yang masuk baru dari Kecamatan Kalibawang total kerugiannya mencapai Rp15 miliar, Samigaluh mencapai Rp35 miliar, Girimulyo mencapai Rp12,5 miliar, Nanggulan mencapai Rp8 miliar dan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan mencapai Rp25 miliar.

"Kerugian paling banyak diderita oleh Kecamatan Samigaluh karena kerusakan perkebunan cengkeh, teh dan kakao dan banyaknya ikan budidaya yang mati, sehingga total kerugian mencapai Rp35 miliar. Tapi total kerugiannya masih bersifat sementara, karena masih banyak yang belum melaporkan," katanya.

Dirinya mengatakan, intansinya sudah melaporkan total kerugian ini kepada Badan Penanggulanan Bencana Nasional melalui Gubernur DIY dengan harapan mendapat bantuan rehabilitasi dan rekontruksi.

"Kami berharap, masyarakat mendapat ganti rugi atas kerugian yang harus mereka tanggung akibat erupsi Merapi," katanya. Sementara, Camat Kalibawang, Rohedy Goenoeng, mengatakan, kerugian paling besar terjadi pada tamanan tahunan seperti durian, rambutan, kakao dan kelapa dan kerusakan rumah dengan intensitas sedang dengan total kerugian yang mencapai Rp15 miliar.

"Kami sedang melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah supaya dapat mendapat perhatian pemerintah, kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk memulihkan perekonomian masyarakat tanpa adanya bantuan dari pemerintah," katanya.

Dirinya mengusulkan kepada Pemkab Kulon Progo untuk memberikan solusi jangka pendek untuk mengembalikan perekonomian warga supaya dapat bertahan hidup dan kehidupannya layak serta sejahtera.

"Kami mengusulkan untuk mengatasi masalah perekonomian warga, supaya pemkab Kulon Progo memberikan pelatihan ketrampilan kepada ibu-ibu dan remaja seperti kursus menjahit dan membuat anyaman sehingga warga dapat segera mendapatkan penghasilan,"katanya.

Dirinya mengatakan untuk petani, melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan, Pemkab Kulon Progo memberikan bibit tanaman yang bisa ditaman dan menghasilkan uang dalam jangka pendek seperti pemberian benih kacang tanah dan bibit ketela.

"Selain itu, pemkab harus mencarikan penjual yang mau membeli produk mereka," katanya.

Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum Tirtamarta Yogyakarta mengalami kerugian sebesar Rp5,4 miliar akibat letusan Gunung Merapi yang merusak jaringan pipa air.

"Kami menderita kerugian sekitar Rp5,4 miliar. Kerusakan yang paling parah terjadi di sumber mata air Umbul Wadon Kali Kuning di mana pipa baja sepanjang 1,5 kilometer rusak," kata Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Yogyakarta Imam Priyono di Yogyakarta, Rabu (8/12).

Imam mengatakan, biaya perbaikan pipa air dan infrastruktur lainnya diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp5,9 miliar.

"Kami akan mengajukan usulan biaya perbaikan kepada Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Provinsi DIY agar pemasangan pipa baja berdiameter 250 milimeter dengan ketebalan 40 milimeter segera terlaksana," katanya.

Menurut dia, perbaikan infratruktur air bersih tersebut akan dilaksanakan oleh Dinas Kimpraswil Provinsi DIY, sedangkan PDAM Tirtamarta akan menanggung keseluruhan biaya perawatan pipa tersebut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita