Minggu, 27 Mei 2012
Distanhut: Akibat Aksi Pembalakan, 6 Hutan Lindung Di Bintan Rusak
Rabu, 08 Desember 2010 09:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/12 (ANTARA) - Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan Kartini, Provinsi Kepulauan Riau Selasa (7/12) mengatakan, enam hutan lindung masih dalam kondisi ruisak karena penghijauan di kawasan itu belum dapat mengembalikan kondisi hutan yang telah gundul karena aksi pembalakan liar yang masih terus berlangsung.

"Aksi penebangan pohon di kawasan hutan lindung sulit dihapuskan, meski sekarang mulai berkurang," ujar Kartini di Tanjungpinang, Ibu Kota Kepulauan Riau (Kepri).

Hutan lindung di Bintan yang mengalami kerusakan adalah Gunung Lengkuas, Sei Jago, Sei Pulai, Bintan Kecil, Bintan Besar dan Gunung Bintan.

"Hampir setiap tahun pemerintah menganggarkan proyek penghijauan untuk kawasan hutan lindung di Bintan yang mengalami kerusakan, namun hasilnya belum maksimal karena aksi pembalakan liar masih berlangsung," katanya.

Dirinya mengungkapkan, aksi pembalakan liar di kawasan hutan lindung tersebut sulit diberantas karena jumlah petugas polisi hanya enam orang.

"Kami hanya memiliki seorang penyidik, sementara kasus pembalakan hutan cukup banyak," katanya.

Namun polisi hutan telah memperkuat koordinasi dengan petugas Kepolisian Bintan. Beberapa aksi penebangan pohon di kawasan hutan lindung berhasil digagalkan oleh pihak Polres Bintan.

Dirinya bersyukur, pihak kepolisian bertindak cepat karena segera langsung turun ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi dari warga.

"Kami mengapresiasi komitmen pihak kepolisian dalam memberantas illegal logging (pembalakan liar) ini," ungkapnya.

Kartini mengemukakan, aksi pembalakan liar dapat dicegah dan diberantas jika seluruh pihak yang bertanggungjawab menangani permasalahan itu memiliki komitmen yang sama.

Selain aksi pembalakan liar, kata dia, kasus kebakaran hutan juga menjadi ancaman kelestarian hutan di Bintan sehingga pihaknya telah membekali polisi hutan dengan alat pemadam kebakaran yang berukuran kecil.

"Kami telah mengajukan anggaran untuk melengkapi sarana dan prasarana polisi kehutanan pada tahun 2011 supaya kami cepat bisa bertindak jika ada informasi pembalakan liar atau kebakaran hutan," ujarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita