Minggu, 27 Mei 2012
Lebak: Produl Kerajinan PNPM Dongkrak Ekonomi Warga
Rabu, 08 Desember 2010 09:25
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/12 (SIGAP) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Masyarakat Pemerintahan Desa, Kabupaten Lebak, Adjibulwhatoni, di Rangkasbitung, Selasa (7/12) mengatakan, produk aneka jenis kerajinan yang digulirkan pemerintah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kabupaten Lebak ternyata dapat mendongkrak ekonomi warga masyarakat kecil.

"Selama ini PNPM sangat membantu perekonomian warga melalui bantuan permodalan simpan pinjam perempuan (SPP),"  katanya.

Lebih lanjut Adjibulwhatoni mengatakan, selama ini PNPM di Kabupaten Lebak sangat membantu bagi percepatan pembangunan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi jumlah penduduk miskin.

Ini karena PNPM secara langsung dapat dinikmati oleh masyarakat pedesaan melalui berbagai kegiatan pembangunan dan peningkatan ekonomi dengan simpan pinjam perempuan itu.

Selama ini, usaha-usaha yang dilakukan kaum perempuan mengalami kemajuan pesat dan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Kemajuan pesat terlihat produk makanan tradisional, emping, minuman jahe, kerajinan anyaman bambu, dan gula aren.

Produk dan kerajinan tersebut hampir semua ada di kecamatan sebagai unggulan ekonomi warga setempat.

Misalnya, Desa Pasir Kupa dan Aweh Kecamatan Kalanganyar mereka terdapat produk makanan tradisional, seperti opak, ranginang, kripik pisang, simpring, dan emping jengkol.

Sedangkan, di Kecamatan Bojongmanik terdapat produk kerajinan dari anyaman bambu.

"Semua kerajinan produk itu dilakukan perempuan dan menerima bantuan modal dari PNPM Mandiri Perdesaan," ujarnya.

Menurutnya, penyaluran modal melalui SPP tahun ke tahun meningkat karena usaha mereka mengalami kemajuan.

Pada 2008 memperoleh bantuan SPP dari PNPM sebesar Rp4,3 miliar untuk 445 kelompok usaha kecil. Dari Rp4,3 miliar tersebut, pada 2009 meningkat menjadi Rp9 miliar dengan jumlah 1.080 kelompok usaha.

"Saya kira meningkatnya jumlah dana PNPM untuk SPP karena tingkat pengembalian dinilai berhasil," katanya menjelaskan.

Dirinya menyebutkan, sejak dua tahun terakhir ini pertumbuhan SPP mencapai 1.080 kelompok jika satu kelompok terdapat 10 anggota dipastikan mencapai 10.800 anggota yang menerima bantuan permodalan.

Perguliran SPP yang dikelola Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) kecamatan tidak ada masalah dan partisipasi pengembalian sangat tinggi dibanding kaum laki-laki.

Kelompok perempuan yang menerima bantuan modal, selain produk kerajinan makanan juga terdapat usaha warungan, bakulan, dan sayuran.

"Para anggota usaha itu menerima pinjaman modal mulai Rp500 ribu sampai Rp2,5 juta, ujarnya.

Berdasarkan catatan SIGAP, PNPM Madiri adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.

Sedangkan pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraannya. Pemberdayaan masyarakat memerlukan keterlibatan yang besar dari perangkat pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk memberikan kesempatan dan menjamin keberlanjutan berbagai hasil yang dicapai. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita