Minggu, 27 Mei 2012
Dinkes: Rembang Miliki 265 Desa Siaga
Selasa, 07 Desember 2010 10:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/12 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sutejo mengatakan 265 dari 294 desa/kelurahan di daerah ini merupakan desa siaga sehingga masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dasar dengan cepat dan mudah.

Sutejo menambahkan, desa siaga memberikan ruang kepada warga Rembang untuk ikut berperan dalam upaya mewujudkan kesehatan berbasis masyarakat.

Lebih lanjut Sutejo menjelaskan, desa siaga adalah bagian dari upaya untuk mewujudkan keluarga dan masyarakat yang sehat, bersih, aman dan nyaman.

"Selain itu juga sebagai upaya untuk memberikan kecepatan dan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dasar," katanya.

Dirinya menyebutkan, syarat menjadi desa siaga antara lain ketersediaan bidan desa, kader terlatih, forum kesehatan desa, dan desa setempat memiliki program kebersihan dan kesehatan masyarakat yang partisipatif.

"Berdasarkan sejumlah syarat tersebut, dari 294 desa/kelurahan yang ada di kabupaten ini, 265 desa di antaranya sudah masuk dalam kategori desa siaga," katanya.

Dirinya berharap jumlah desa siaga ini akan semakin bertambah pada 2011, bahkan jika sosialisasi dan penyadaran masyarakat atas pentingnya desa siaga oleh Dinas Kesehatan berhasil, semua desa akan menjadi desa siaga.

"Banyak hal bisa dilakukan dengan desa siaga. Poin pentingnya adalah kecepatan dan kemudahan mendapatkan layanan kesehatan dasar," katanya.

SIGAP mencatat, desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumberdaya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.

Desa Siaga  merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi  setempat secara gotong royong.

Pengembangan desa siaga mencakup upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa, menyiap siagakan masyarakat menghadapi masalah-masalah kesehatan, memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Untuk mencapai keberhasilan program desa siaga tersebut mutlak diperlukan peran serta aktif dari masyarakat terutama kader kesehatan, karena inti kegiatan Desa Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita