Minggu, 27 Mei 2012
Bali: 18 Kelompok Ternak Peroleh Dana Rp7,8 Miliar
Selasa, 07 Desember 2010 09:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/12 (SIGAP) - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali I Putu Sumantra di Denpasar, Selasa (7/12) mengatakan, sebanyak 18 kelompok ternak di wilayah Bali memperoleh bantuan sosial dari pemerintah pusat senilai Rp7,8 miliar untuk mempertahankan jumlah populasi sapi.

Lebih lanjut Sumantra mengatakan, dana bantuan tersebut juga untuk meningkatkan swasembada daging sapi sebab selama ini Pulau Dewata merupakan salah satu daerah pemasok daging sapi secara nasional.

"Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan dari pusat sebesar Rp435 juta. Dana bantuan tersebut berasal dari APBN Perubahan 2010," kata Sumantra.

Dijelaskan Sumantra, kelompok yang memperoleh dana bantuan itu berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bali.

"Dana tersebut harus digunakan untuk meningkatkan jumlah populasi sapi di wilayah Bali," ujarnya.

Dikatakan Sumantra, dari jumlah dana bantuan tersebut, sekitar 70% harus digunakan untuk membeli sapi betina produktif dan siap melahirkan.

Tujuan pembelian sapi potong tersebut adalah untuk memperoleh bibit sapi dengan kwantitas dan kualitas yang baik.

Untuk memperjelas aturan dan teknis pelaksanaannya, beberapa waktu lalu kelompok-kelompok yang memperoleh dana bantuan tersebut dibina supaya bisa mengikuti segala ketentuan.

Potensi sapi Bali memang cukup besar sehingga Pulau Dewata menjadi salah satu daerah pemasok daging sapi secara nasional.

Berdasarkan data terakhir dari Dinas Peternakan Provinsi Bali, populasi sapi Bali berada dalam angka sekitar 6 juta ekor.

Berdasarkan catatan SIGAP, sapi Bali merupakan bangsa sapi asli Indonesia. Sejak lama sapi Bali sudah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, dan mendominasi spesies sapi di Indonesia Timur.

Peternak menyukai sapi Bali mengingat beberapa keunggulan karakteristiknya antara lain mempunyai feritiliast tinggi, lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik, cepat beradaptasi apabila dihadapkan dengan lingkungan baru, cepat berkembang biak, bereaksi positif terhadp perlakuan pemberian pakan, kandungan lemak karkas rendah, keempukan daging tidak kalah dengan daging impor. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita