Minggu, 27 Mei 2012
Subang: Disnak Tanggulangi Penyebaran Rabies
Senin, 06 Desember 2010 06:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/12 (SIGAP) - Dinas Peternakan Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggencarkan penanggulangan penyebaran rabies menyusul ditemukannya peningkatan angka gigitan anjing liar di daerah itu.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Pemkab Subang Agus Sugama, Senin (6/12) di Subang.  Menurut Agus,  pihaknya mencatat setidaknya ada 6 kasus gigitan anjing liar hingga September 2010 di Kabupaten Subang, dan meningkat dibanding 2009 sebanyak 4 kasus.

Menurut Agus, teknis penanggulangan awal yang dilakukan Disnak Kabupaten Subang adalah identifikasi peta epidemiologi sebaran rabies serta gejala klinis di lingkungan masyarakatnya disusul eliminasi jumlah anjing liar.

"Demi menanggulangi penyebaran rabies di Subang, kami mengeliminasi sedikitnya 1.000 ekor anjing liar setiap tahun," tutur Agus.

Upaya vaksinasi terhadap hewan peliharaan juga digencarkan sebagai bentuk antisipasi penyebaran rabies.

Mengenai kasus rabies, Agus mengatakan, sejak 2006 hingga saat ini belum ada korban gigitan anjing atau anjing liar itu sendiri yang terserang rabies.

Pihaknya juga mengawasi lalu lintas hewan dari luar yang masuk ke Subang.

"Kami mengawasi ketat keberadaan hewan penyebar rabies yang masuk Subang selama dua minggu ini untuk deteksi dini kondisi kesehatan hewan-hewan tersebut jangan sampai menjadi media penyebar rabies," tegas Agus.

Berdasarkan peta epidemiologi sebaran rabies di Kabupaten Subang, terdapat sebanyak delapan kecamatan yang merupakan daerah rawan penyebaran rabies di antaranya Kecamatan Subang, Jalancagak, Pagaden serta Cipunagara.

Agus menjelaskan, pihaknya terus menyosialisasikan tentang bahaya rabies serta mengimbau warga untuk segera lapor apabila menemukan kasus gigitan anjing liar di lingkungannya.

Berdasarkan catatan SIGAP, penyakit rabies atau lebih dikenal penyakit anjing gila merupakan penyakit menular akut dari susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus. Di Indonesia penyakit rabies telah dikenal sejak tahun 1884 pada seekor kuda dan pada tahun 1889 diketemukan pada anjing dan kerbau, sedangkan pada manusia baru diketahui pada tahun 1894. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita