Minggu, 27 Mei 2012
DPRD: NTB Pasok Ternak Bibit Ke Berbagai Daerah
Senin, 06 Desember 2010 05:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/12 (SIGAP) - Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini tetap menjadi pemasok bibit ternak ke berbagai daerah di Indonesia, karena populasi bibit ternak di daerah ini cukup banyak. Demikian dikatakan anggota Komisi II Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD NTB M. Sulton di Mataram, Senin (6/12). 

Menurut Sulton, populasi ternak bibit NTB mencapai 40.000 ekor per tahun sementara yang dikirim sekitar 6.000 ekor hingga 9.000 ekor.

Berbagai daerah yang memesan bibit ternak tersebut antara lain Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTT, Papua dan Sumatera.

Sejumlah daerah di Indonesia senang memelihara bibit sapi dari NTB, karena disamping jinak juga bebas dari penyakir ngorok.

Sementara dalam sistem pemeliharaan ternak dilakukan dengan berbagai cara ada yang mengandangkan ada pula yang melepas ternaknya.

Guna lebih meningkatkan populasi bibit ternak, pihaknya melakukan berbagai upaya antara lain mencegah masyarakat untuk memotong sapi betina terutama usia produktif, karena jika sapi betina terus-menerus dipotong, maka tidak ada yang akan melahirkan.

"Untuk maksud tersebut pemerintah menyediakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) khususnya untuk membeli ternak betina yang akan dipotong masyarakat," katanya.

Selain itu, guna meningkatkan populasi ternak potong dilakukan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang kini mendapat perhatian cukup serius dari pemerintah pusat.

Bahkan akan menjadi contoh diberbagai daerah di Indonesia dan telah mendapat dukungan positif dari presiden.

NTB tidak hanya dikenal sebagai gudang padi, namun juga sebagai gudang ternak, sehingga tidak kurang dari 35.000 ekor ternak potong berupa sapi dan kerbau dikirim ke Jakarta dan Jawa Barat, untuk memenuhi kebutuhan daging daerah tersebut.

Berdasarkan catatan SIGAP, program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang dicanangkan Pemprov NTB memang tak berlebihan. Jika menengok sejarah, NTB terutama pulau Sumbawa sudah dikenal sebagai daerah penghasil Sapi sejak zaman Majapahit lampau, sejak abad 16-an.

Semangat program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang dicanangkan Pemprov NTB sejak 2009, juga mengacu pada sejarah bahwa NTB sudah sejak dulu menjadi eksportir ternak Sapi, bahkan hingga ke mancanegara.

Program bumi sejuta Sapi (BSS) menargetkan populasi ternak Sapi di NTB mencapai 1.000.032 ekor di tahun 2013 mendatang. Dimulai dengan jumlah polulasi Sapi yang tercatat sekitar 546 ribu, di tahun 2008, bisa dibilang, NTB harus berjuang berat memproduksi tak kurang dari 500 ribu ekor Sapi lagi, hingga 2013. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita