Minggu, 27 Mei 2012
Kemendiknas Salurkan Dana Rehabilitasi Sekolah Korban Merapi
Minggu, 05 Desember 2010 16:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/12 (SIGAP) - Kementerian Pendidikan Nasional mulai menyalurkan dana bantuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana letusan Gunung Merapi, baik untuk wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta maupun untuk Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Prof Suyanto PhD di Sleman, Minggu (5/12).

Dikatakan Suyanto, dana rehabilitasi ini mencapai Rp12,6 miliar untuk memulihkan kondisi sekolah yang terkena dampak letusan Gunung Merapi di wilayah Sleman dan Jawa Tengah.

Menurutnya, dana alokasi untuk rehabilitasi sekolah yang rusak tersebut diambilkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Ini memang sudah ada alokasinya dari DAK sehingga dana ini sudah bisa langsung digunakan mulai saat ini karena merupakan anggaran tahun ini," katanya.

Dirinya mengatakan, dana tersebut hanya diperuntukkan bagi rehabilitasi sekolah dan tidak boleh untuk hal yang lain karena untuk pengadaan barang akan dianggarkan tahun depan.

"Dana dari DAK ini harus untuk rehabilitasi dan perbaikan gedung sekolah yang rusak. Saya optimis pembangunan bisa selesai tahun ini juga," katanya.

Dalam kesempatan itu Suyanto juga menyerahkan beasiswa bagi 150 pelajar masing-masing sebesar Rp360 ribu per tahun.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Suyamsih mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk merehabilitasi sekolah di wilayahnya mencapai Rp4,8 miliar.

"Dana sebesar ini untuk rehabiltasi gedung SD sebanyak tujuh buah, SMP tiga buah, SMK/SMA enam buah," katanya.

Dirinya mengatakan, sekolah-sekolah yang rusak tersebut terdapat di Kecamatan Pakem dan Cangkringan dan dalam waktu dekat ini akan segera direhabilitasi.

"Dalam waktu antara satu hingga dua hari mendatang dana tersebut akan kami cairkan, sehingga rehabilitasi gedung sekolah yang rusak dapat segera dilakukan," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita