Minggu, 27 Mei 2012
Gubernur Jatim Minta PVMBG Evaluasi Penurunan Bromo
Minggu, 05 Desember 2010 10:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/12 (SIGAP) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengevaluasi penurunan aktivitas vulkanis Gunung Bromo dalam 3 hari ke depan.

"Makanya, kita tunggu saja tiga hari ke depan statusnya akan seperti apa," katanya saat ditemui di kantor Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (5/12).

Gubernur Soekarwo bersyukur dalam enam hari terakhir aktivitas gunung api berketinggian 2.392 meter dari permukaan air laut itu terus mengalami penurunan.

"Ini berkat doa masyarakat di sekitar Gunung Bromo. Kita harus syukuri bersama," kata Gubernur didampingi Sekretaris Kabupaten Probolinggo, Kusnadi, itu.

Dirinya juga meminta masyarakat sekitar Gunung Bromo tetap mematuhi rekomendasi PVMBG untuk tidak mendekat ke kawah dalam radius 3 kilometer.

"Apa pun perintah dan rekomendasi PVMBG, kita harus mematuhinya. Semua itu demi keselamatan kita bersama," kata Gubernur mengingatkan.

Sebelumnya, Gubernur dan rombongan mendapatkan penjelasan dari Komandan Kodim 0820/Probolinggo Letkol (Inf) Heri Setiono dan Kepala Polres Probolinggo AKBP Zulfikar M tentang Tanggap Darurat Bencana Bromo dalam Status Awas (level IV).

Dari kantor Kecamatan Sukapura, Gubernur dan rombongan meninjau tenda dapur umum, posko kesehatan, Pos Pemantauan Gunung Api Bromo, dan Media Center Tanggap Darurat di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari.

Gubernur mengatakan kalaupun status Gunung Bromo diturunkan dari Awas menjadi Siaga (level III), prosedur tanggap darurat bencana tetap diberlakukan.

Sementara itu, Minggu pagi hingga siang telah terjadi 15 kali gempa vulkanik berkekuatan 12-32 mm selama 2-22 detik. Gempa tremor masih terus terjadi dengan amplitudo dua hingga empat mm.

Kawah Gunung Bromo masih mengeluarkan asap berwarna putih kelabu dengan ketinggian 200-300 meter yang mengarah ke utara. Temperatur udara di sekitar kawah mencapai 15 derajat Celsius.

Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Bromo, Gede Suantika, saat ditemui di pos pemantauan di Dusun Cemorolawang, Sabtu (4/12), penurunan aktivitas Gunung Bromo yang terdeteksi dari pos pemantauan di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akan dievaluasi selama 5 hari ke depan.

"Penurunan aktivitas berdasar data kegempaan dan ketinggian asap yang keluar dari kawah ini akan terus dievaluasi sampai lima hari ke depan," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita