Minggu, 27 Mei 2012
Perkembangan Terkini Terkait Aktivitas “Awas” Bromo
Sabtu, 04 Desember 2010 15:20
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/12 (SIGAP) – Aktivitas Gunung Bromo berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Sabtu (4/12) pukul 12.00-18.00 WIB, pengamatan secara visual, Bomo terlihat jelas dan terang. Kepulan asap tebal putih kelabu dengan tekanan sedang mencapai ketinggian 200-300 meter mengarah ke Utara.


Sementara berdasarkan pengamatan kegempaan, terjadi 14 kali gempa vulkanik dangkal dan gempa tremor masih terjadi terus menerus dengan amplitudo 1.5 - 5 mm.

Sedangkan pengamatan deformasi, tubuh Gunung Bromo mulai mengempis. Dan hingga saat ini status Gunung Bromo masih Awas.
Gempa vulkanik pada pukul 12.00-18.00 WIB itu amplitudonya 32 mm. Namun, gempa tremor hingga saat ini masih terjadi secara terus-menerus dengan amplitudo 32 mm.

Menurut Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Bromo, Gede Suantika, penurunan aktivitas Gunung Bromo yang terdeteksi dari pos pemantauan di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akan dievaluasi selama 5 hari ke depan.

"Penurunan aktivitas berdasar data kegempaan dan ketinggian asap yang keluar dari kawah ini akan terus dievaluasi sampai lima hari ke depan," katanya di pos pemantauan di Dusun Cemorolawang, Sabtu (4/12).

Pejabat di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu tidak akan terburu-buru menurunkan status Gunung Bromo dari Awas (level IV) ke Siaga (level III).

"Merapi saja butuh waktu 20 hari untuk mengevaluasi penurunan aktivitas sebelum statusnya diturunkan dari Awas ke Siaga," kata Gede. (laporan rusman/pvmbg/ant)

 

Arsip Berita